Yogyakarta

Terminal Giwangan Yogyakarta Bakal Direvitalisasi Setara Bandara

Terminal Giwangan menjadi salah satu percontohan terminal di Indonesia, dalam program by the service.

TRIBUNJOGJA.COM / Hasan Sakri Ghozali
Bagian dinding dan tangga yang terlihat kotor di salah satu sudut terminal bus Giwangan, kota Yogyakarta, Mi8nggu (25/2/2018) 

Terminal Giwangan Yogyakarta Direvitalisasi Setara Bandara

Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Budi Karya Sumadi meninjau Terminal Giwangan Yogyakarta. Dalam kunjungannya tersebut, ia menyampaikan bahwa Terminal Giwangan menjadi salah satu percontohan terminal di Indonesia, dalam program by the service.

.

Suasana ruang tunggu terminal Giwangan yang telah dilengkapi fasilitas Televisi, Sabtu (16/6/2018).
Suasana ruang tunggu terminal Giwangan yang telah dilengkapi fasilitas Televisi, Sabtu (16/6/2018). (IST)

Program tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan pelayanan angkutan masal,salah satunya bus.

Ia melihat Yogyakarta merupakan destinasi wisata favorit, seperti layaknya Bali. Oleh sebab itu, Terminal Giwangan juga perlu direvitalisasi, agar wisatawan juga bisa
menggunakan bus.

Bahkan ia menyebut, terminal Giwangan akan disulap seperti layaknya bandara.

Menurutnya dengan peningkatan pelayanan, maka peminat bus akan meningkat, terutama anak muda.

"Yogyakarta ini seagai tujuan wisata, perlu juga direvitalisasi. Supaya masyarakat tertarik naik bus, dan meninggalkan kendaraan pribadi. Kita akan buat terminal di
Indonesia seperti bandara, melalui program by the service. Jadi bukan kita memberikan bantuan bus, kita nanti hanya memberikan subsidi saja," katanya usai meninjau
Terminal Giwangan, Minggu (16/6/2019).

Lipsus Terminal Giwangan >>>>>> 

Terminal Giwangan Pernah Dinobatkan sebagai Terminal Terbersih

Selain Tak Terawat, Terminal Giwangan Juga Sepi penumpang

Butuh Rp18 Miliar untuk Perbaikan Terminal Giwangan

"Tidak hanya dari bus, nanti SDM juga akan kita tingkatkan. Kita undang dari PPSDM, kita taruh orang-orang terbaik dari Yogya. Ruang-ruangnya juga perlu dipikirkan,
ruang yang berguna, jangan sampai useless," sambungnya.

Sementara itu, Dirjen Perubungan Darat, Budi Setiyadi menambahkan bahwa pihaknya akan memperbaiki sekitar 40 terminal pada 2020 mendatang, salah satunya Terminal
Giwangan.

Dana yang digelontorkan pun tak tanggung-tanggung, per terminal sekitar Rp40 hingga 50 Miliar.

"Kita punya 128 terminal, tahun 2020 akan perbaiki 40 terminal. Pembiayaan sudah disiapkan, cukup besar sekitar Rp2 Triliun, masing-masing terminal sekitar Rp40 hingga
50 Milyar. Akan kita samakan dengan bandara," tambahnya.

Ia mendorong bupati dan walikota untuk menyerahkan terminal kepada pemerintah. Jika sudah diserahkan, lanjut dia, pemerintah bisa melakukan revitasilasi dan
peningkatan pelayanan.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved