Gunungkidul
Pemkab Gunungkidul : Bakteri Antraks yang Ditemukan di Grogol Diperkirakan Berasal dari Luar Daerah
Pemkab Gunungkidul : Bakteri Antraks yang Ditemukan di Grogol Diperkirakan Berasal dari Luar Daerah
Penulis: Wisang Seto Pangaribowo | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM,GUNUNGKIDUL - Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto memperkirakan bakteri antraks yang ditemukan di Dusun Grogol 4, Desa Bejiharjo, Karangmojo berasal dari luar Gunungkidul.
Hasil dari uji laboratorium yang dilaksanakan Veteriner Wates terhadap beberapa sampel tanah di Gunungkidul dan hasilnya negatif.
"Dari beberapa daerah yang kami uji seperti di Pasar Siyono, lalu di Nglipar, Semanu, Ponjong negatif antraks kalau menurut saya antraks masuk melalui daerah lain. Lalu kemarin kami mengirim 5 sampel ternak yang mati mendadak diketahui satu sapi positif antraks, dan beberapa hari ini hasil sudah kembali muncul jadi menjadi 2 ekor yang positif," katanya, saat ditemui di ruangannya, Senin (10/6/2019).
• Pantauan FORPI di Lingkungan Pemkot Yogyakarta, Tak Ada ASN yang Bolos di Hari Pertama Masuk Kerja
Bambang mengatakan saat ini pihaknya masih menunggu 3 hasil uji laboratorium lainnya.
Hasil laboratorium untuk tiga ekor sapi lainnya belum keluar, diperkirakan karena terbentur dengan libur lebaran ditambah lagi masih menunggu antrian.
"Ternyata yang menguji tidak hanya Gunungkidul tetapi daerah-daerah lain juga mengirim sampel untuk diuji, jadi kami masih menunggu antrian hasil labnya," katanya.
• PT KAI : Pengguna Kereta Api Selama Mudik Lebaran 2019 Meningkat 4%
Meskipun jumlah sapi yang terkena antraks bertambah menjadi 2 ekor, pihaknya memastikan bakteri antraks belum tersebar kedaerah lainnya, karena dua sapi tersebut diketahui berada di di seputaran Dusun Grogol IV, Desa Bejiharjo, Karangmojo. (Tribunjogja I Wisang Seto Pangaribowo)