Yogyakarta
Serunya 'Ngalap Berkah' Saat Prosesi Gerebeg Syawal
Bagi wisatawan yang mengaku seminggu berlibur di Yogya ini, perebutan gunungan layaknya atraksi atau pertunjukan yang mengasyikan.
Penulis: Agung Ismiyanto | Editor: Ari Nugroho
Kata gunungan memiliki filosofi dan simbol dari kemakmuran yang kemudian dibagikan kepada rakyat.
Gunungan di sini adalah representasi dari hasil bumi (sayur dan buah) serta jajanan.
• Begini Kemeriahan Lebaran Warga Indonesia di New York
Seperti tahun-tahun sebelumnya, Keraton Yogyakarta mengirim satu gunungan untuk diperebutkan warga di Komplek Kepatihan sebagai pusat pemerintahan DIY.
Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Gatot Saptadi menjadi pihak yang menerima gunungan.
Prosesi serah terima gunungan dilakukan di Bangsal Wiyoto Projo, Komplek Kepatihan, Yogyakarta.
Gunungan tersebut diantar langsung oleh para abdi dalem yang dikawal oleh prajurit Keraton dan dua gajah.
Sekda DIY saat menerima kedatangan rombongan pengantar gunungan megucapkan puji syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan anugerah kesehatan dan keselamatan, sehingga penerimaan Gerebeg Syawal bisa berjalan lancar.
“Saya sebagai Sekda DIY atas perintah Gubernur DIY mengucapkan selamat datang kepada abdi dalem, bupati, bregodo prajurit, narakaya utusan Ngarsa Dalem Sri Sultan Hamengku Buwono X di Kraton Yogyakarta. Diharapkan semoga semuanya diberikan keselamatan, dijauhkan dari segala godaan, dan didekatkan dengan keselamatan tanpa halangan suatu apapun,” ungkapnya. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/prosesi-grebeg-syawal-yang-digelar-sebagai-wujud-syukur.jpg)