Ramadan
Pondok Pesantren Nurul Ummahat, Terima Santri dari Berbagai Kalangan
Di sini, pondok pesantren dibuat dan dikelola demi mewujudkan harmoni antar sesama umat manusia yang dipadukan dengan nilai kebersamaan, egaliter, ket
Penulis: Susilo Wahid Nugroho | Editor: Ari Nugroho
Kedatangan warga negara asing non muslim ke pondok pesantren milik Muhaimin ini juga dilatar belakangi oleh misi perdamaian.
Termasuk ketika pondok pesantren mendapat kunjungan dari perwakilan 70 negara Eropa dan Asia.
Utusan khusus Presiden Amerika Serikat Barack Obama kala itu juga pernah datang.
Tak cukup sampai di sini, pemimpin tertinggi Ahmadiyah dari Pakistan, Prof. Abdul Karim Abdulmanan juga pernah datang ke Ponpes Nurul Ummahat.
Padahal diketahui, Ahmadiyah oleh beberapa pihak masih dianggap aliran yang menyimpang.
Bahkan mereka kerap dimusuhi oleh sejumlah pihak yang kontra.
“Saya meyakini bahwa yang punya kebenaran sejati adalah Tuhan. Jadi siapapun tidak bisa dan tidak boleh meyakini jika dirinya adalah orang yang paling benar apalagi sampai memusuhi umat lain. Makanya saya terima mereka (Ahmadiyah) sebagai saudara dengan tangan yang terbuka,” kata Muhaimin.
• Pondok Pesantren Kotagede Hidayatul Mubtadi-ien Yogyakarta, Mengadopsi Karakter Ponpes Lirboyo
Di sisi lain, demi menyalurkan konsep keterbukaan untuk mewujudkan kerukunan umat beragama, setiap santri di Ponpes Nurul Ummahat dididik supaya berjiwa modernis, pandai menyesuaikan diri terhadap lingkungan sekitar, menjunjung nilai kemanusian dan peka terhadap kemajuan peradaman manusia.
Sebagai pondasi supaya cara pandang yang dimaksud tersebut terealisasi, maka setiap santri akan diberikan pelajaran tentang hak asasi manusia, gender, multikulturisme, pluralisme, nasionalisme, pentingnya menjaga lingkungan hidup dan betapa manusia punya kewajiban untuk hidup secara sosial.
“Pelajaran dalam nilai-nilai itu kita kemas supaya mudah dipahami, lalu dipadukan dengan ciri khas pondok pesantren yang mengajarkan ilmu agama seperti tahfidz dan kitab kuning dan kitab tafsir supaya memberikan pandangan luas ke para santri sekaligus pemahaman moderat,” kata Muhaimin. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/nurul-ummahat-yang-sederhana-di-kotagede-yogyakarta.jpg)