Sains

Mengapa Hidung Jadi Meler setelah Makan yang Pedas?

Penelitian 2015 menemukan bahwa makanan pedas bisa menangkal akumulasi lemak visceral, jenis lemak yang menumpuk di usus dan organ lainnya.

Mengapa Hidung Jadi Meler setelah Makan yang Pedas?
ist
makanan pedas 

Sebuah studi psikologi dan terapeutik yang mendalami efek senyawa kapsaisin menemukan, komponen ini dapat menyebabkan "eksitasi" atau rangsangan unik dengan mengunci reseptor rasa sakit atau nyeri.

"Eksitasi ini mengarah pada rasa panas dan nyeri yang membakar, dilatasi pembuluh darah, kulit memerah, dan perubahan suhu tubuh," kata Anthony Dickenson, penulis studi yang juga profesor neurofarmakologi di University College London.

Dickenson menjelaskan, kapsaisin bisa memicu efek tersebut, baik ketika dikonsumsi maupun ketika diaplikasikan pada kulit dalam bentuk krim.

Inilah mengapa beberapa krim pereda nyeri otot dan sendi terasa hangat, karena mengandung senyawa kapsaisin.

Ketika sensasi eksitasi mereda, reseptor rasa sakit yang terdampak akan lebih peka.

Hal inilah yang kemudian mengurangi rasa sakit dan nyeri.

Beragam Manfaat Makanan Pedas

"Ada juga koyo (kapsaisin) dalam dosis tinggi yang membuat ujung saraf seperti mati rasa hanya di bagian yang ditempel koyo. Ini bisa meringankan rasa sakit selama beberapa minggu," kata dia.

Selain dari kemampuannya membantu melawan rasa sakit, kapsaisin juga memiliki manfaat kesehatan.

Sebuah riset dari China mengaitkan konsumsi makanan pedas dengan tingkat kematian lebih rendah.

Menurut para peneliti, senyawa kapsaisin tampaknya meningkatkan fungsi jantung serta metebolisme tubuh.

Halaman
123
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved