Sains

Sejarah Semangka, Menjadi Makanan Favorit Firaun Mesir

Hasil analisis DNA juga mengungkap bahwa semangka ini berkerabat dekat dengan varietas semangka daging putih yang tumbuh di kawasan Darfur, Sudan.

Sejarah Semangka, Menjadi Makanan Favorit Firaun Mesir
medicalnewstoday.com
ilustrasi buah semangka 

Bersama koleganya, Renner menganalisis sampel daun ini, yang tersimpan dalam wadah di samping mumi, dan belum pernah dibuka sebelumnya sejak ditemukan pada tahun 1876.

Analisis DNA terhadap sampel daun ini mengungkapkan sekuens genom semangka, yang meski tidak sempurna, memberikan informasi baru terkait keberadaan dua gen yang mengungkap rupa dan rasa semangka ini.

Jaga Aset, Duo Semangka Asuransikan Bagian Dadanya Rp 1 Miliar

Salah satunya adalah gen yang mengontrol produksi cucurbitacin, penyebab rasa pahit pada semangka liar.

Pada semangka berumur 3.500 tahun ini, terdapat mutasi pada gen cucurbitacin, sehingga gen menjadi tidak aktif dan dapat menghasilkan daging buah yang manis, layaknya semangka modern.

Gen lain yang juga tak kalah penting adalah gen yang mengubah pigmen merah lycopene ke senyawa lain.

Pada semangka ini, gen tersebut juga mengalami mutasi dan tidak aktif.

Artinya, semangka dari zaman Mesir Kuno juga memiliki daging buah berwarna merah terang.

Hasil analisis DNA juga mengungkap bahwa semangka ini berkerabat dekat dengan varietas semangka daging putih yang tumbuh di kawasan Darfur, Sudan.

Hal ini mengimplikasikan bahwa semangka pertama kali didomestikasikan di kawasan tersebut, lalu didistribusikan sepanjang Sungai Nil dengan berbagai perubahan, seperti warna daging merah terang yang umum dijumpai saat ini.(TRIBUNJOGJA.COM)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Uji DNA Buktikan Semangka adalah Makanan Favorit Firaun Mesir"
Penulis : Julio Subagio
Editor : Shierine Wangsa Wibawa

Editor: Ari Nugroho
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved