Sains

Mengapa Angkasa Luar Gelap Meski Ada Banyak Bintang?

Dengan hanya bintang tertentu dan jaraknya cukup jauh, sedangkan alam semesta sangat luas, maka warna luar angkasa menjadi hitam.

Mengapa Angkasa Luar Gelap Meski Ada Banyak Bintang?
NASA
Ilustrasi: Badai harvey dipotret dari luar angkasa 

Dalam artikel itu dijelaskan, warna biru di langit terjadi karena cahaya menghantam molekul-molekul di atmosfer Bumi dan menyebar ke segala arah.

Warna biru pada siang hari terjadi dari hasil proses hamburan cahaya.

Nah, ketika di Bulan maupun Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) tak ada molekul atmosfer yang "ditabrak" oleh cahaya matahari.

Akibatnya, kita akan melihat warna hitam.

Lalu, pertanyaan yang lebih sulit adalah mengapa meski banyak bintang luar angkasa tetap berwarna hitam?

Seorang astronom Jerman bernama Heinrich Wilhelm Olbers membuat teori untuk menjelaskan fenomena ini pada 1823.

Saat ini, teori itu disebut Paradox Olbers.

Olbers menjelaskan bahwa jagat raya ini bukan tua tanpa batas, melainkan memiliki usia 15 miliar tahun.

Ini berarti bahwa kita hanya bisa melihat objek sejauh jarak cahaya yang dapat ditempuh dalam 15 miliar tahun saja.

Akibatnya, cahaya bintang yang lebih jauh dari itu tidak bisa mencapai kita sehingga tidak akan membuat luar angkasa menjadi cerah sepenuhnya.

Halaman
123
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved