Sains

Mengapa Angkasa Luar Gelap Meski Ada Banyak Bintang?

Dengan hanya bintang tertentu dan jaraknya cukup jauh, sedangkan alam semesta sangat luas, maka warna luar angkasa menjadi hitam.

Editor: Ari Nugroho
NASA
Ilustrasi: Badai harvey dipotret dari luar angkasa 

TRIBUNJOGJA.COM - Meski punya banyak bintang, kita sering melihat di berbagai foto para astronot bahwa wilayah luar angkasa sangat gelap dan berwarna hitam.

Padahal, seperti yang kita ketahui, warna hitam biasanya menandakan tidak adanya cahaya.

Sedangkan bintang adalah benda yang memproduksi cahaya.

Pertanyaan yang muncul kemudian adalah, mengapa bisa demikian?

Meski tampak sederhana, tapi pertanyaan ini telah direnungkan oleh banyak ilmuwan selama berabad-abad.

Tak terkecuali Johannes Kepler hingga Edmond Halley yang sudah memiliki banyak sumbangan bagi ilmu antariksa.

NASA Kirim Sel Organ Tubuh Manusia ke Luar Angkasa. Ini Tujuannya

Mengutip dari salah satu situs milik Badan Antariksa AS ( NASA), starchild.gsfc. nasa.gov, mudahnya kita membagi pertanyaan ini menjadi dua.

Pertama, mengenai perbedaan warna langit di Bumi dan di luar angkasa.

Kedua, warna gelap yang terjadi meski ada banyak bintang di antariksa.

Untuk menjawab yang pertama, mari kita kembali ke artikel Rahasia Alam Semesta: Kenapa Laut dan Langit Berwarna Biru?

Dalam artikel itu dijelaskan, warna biru di langit terjadi karena cahaya menghantam molekul-molekul di atmosfer Bumi dan menyebar ke segala arah.

Warna biru pada siang hari terjadi dari hasil proses hamburan cahaya.

Nah, ketika di Bulan maupun Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) tak ada molekul atmosfer yang "ditabrak" oleh cahaya matahari.

Akibatnya, kita akan melihat warna hitam.

Lalu, pertanyaan yang lebih sulit adalah mengapa meski banyak bintang luar angkasa tetap berwarna hitam?

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved