Ramadan

Pondok Pesantren Kotagede Hidayatul Mubtadi-ien Yogyakarta, Mengadopsi Karakter Ponpes Lirboyo

Sejak berdiri tahun 2011, sudah ada empat angkatan yang telah lulus dari pondok setelah melalui beberapa tes dan ujian.

Pondok Pesantren Kotagede Hidayatul Mubtadi-ien Yogyakarta, Mengadopsi Karakter Ponpes Lirboyo
istimewa
Muhlisin, pengurus sekaligus tenaga pengajar di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadi-ien, Kotagede, Yogyakarta. Foto diambil pada Senin (27/5/2019) 

Riwayat K.H. Munir Syafa’at yang juga pernah menjadi santri dan lurah di Ponpes Lirboyo ini kemudian menjadikan Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadi-ien kental dengan karakter Ponpes Lirboyo.

Yaitu, pondok yang mengimplementasikan pendidikan karakter dan menitiberatkan pada pengkajian kitab-kitab kuning.

Mengenal Pondok Pesantren An-Nur Sewon, Ponpes Tahfidz Alquran

"Pondok ini adalah pondok salafiyah. Tapi bukan salafiyah murni. Para santri tidak selalu berada di pondok karena aktifitas mereka kuliah. Salafiyah yang kita terapkan adalah materi pelajaran yang memakai kitab-kitab salaf," kata salah satu pengurus Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadi-ien, Muhlisin.

Seperti pondok salafiyah kebanyakan, Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadi-ien rutin melakukan kegiatan mujahadah dan kajian kitab-kitab salaf memakai sistem bandongan dan sorogan.

Kedua istilah ini sangat populer di kalangan pesantren, terutama yang masih menggunakan kitab kuning sebagai sarana pembelajaran utama.

Khusus di Bulan Ramadhan ini, para santri mendapat lebih banyak porsi mengaji secara bandongan.

Kegiatan dimulai sejak pukul 05.00-06.00 mengaji sorogan Alquran atau kajian tafsir Jalalain.

Lanjut pukul 07.00-09.00 mengaji bandongan khusus Ramadan yaitu Ihya Ulumuddin, Fadoilu Ba’di Suwar dan Tanbihul Ghofilin.

"Jadi porsi mengaji para santri di sini saat bulan ramadan seperti ini jauh lebih banyak dibanding hari biasa. Para santri sebisa mungkin harus mengikuti setiap sesi mengaji begitu keperluan mereka menjalani pendidikan formal di universitas setiap harinya sudah selesai," kata Muhlisin.

Mengenal Pondok Pesantren Muallimin, Ponpes Muhammadiyah Pertama di Indonesia

Selain itu, diberikan porsi lebih untuk kajian Nahwu dan Sharaf.

Halaman
123
Penulis: Susilo Wahid Nugroho
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved