Ketua DGB UGM: Jabatan Guru Besar Melekat Hingga Pensiun

Ketua Dewan Guru Besar UGM, Prof. Drs. Koentjoro, MBsc., Ph.D, menerangkan bahwa profesor merupakan salah satu jabatan akademik.

Ketua DGB UGM: Jabatan Guru Besar Melekat Hingga Pensiun
www.ugm.ac.id
Gedung Rektorat UGM Yogyakarta 

TRIBUNJOGJA.COM - Kata Profesor yang melekat pada nama seseorang kerap disalah mengerti sebagai gelar akademik seperti halnya gelar sarjana atau doktor yang disandang seumur hidup.

Ketua Dewan Guru Besar UGM, Prof. Drs. Koentjoro, MBsc., Ph.D, menerangkan bahwa profesor merupakan salah satu jabatan akademik.

“Guru besar atau profesor adalah jabatan akademik, bukan gelar akademik yang melekat sepanjang hidup. Kalau itu jabatan akademik maka ketika yang bersangkutan pensiun jabatannya itu pun pensiun,” tuturnya, Senin (27/5/2019).

Ia menegaskan, Dewan Guru Besar UGM tidak berhak mencopot atau mencabut jabatan guru besar.

Meski demikian, jabatan ini bisa hilang dengan sendirinya ketika seseorang pensiun atau mengundurkan diri misalnya masuk di dalam partai politik.

Dalam kesempatan itu, Koentjoro juga membantah mengeluarkan pernyataan bahwa UGM telah mencopot gelar profesor kepada Amien Rais.

“ASN dilarang berpartai politik, karena itu dia harus pensiun,” ucapnya.

Jabatan akademik, ujarnya, perlu dibedakan dari gelar akademik yang berkaitan dengan kepakaran.

Jika menyangkut kepakaran, jenjang pendidikan tertinggi adalah S3 dengan gelar doktor yang melekat seumur hidup.

Ia menerangkan, jenjang jabatan akademik dimulai dari Asisten Ahli, Lektor, Lektor Kepala, hingga Profesor.

Halaman
12
Editor: ribut raharjo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved