Bantul

Jalur Imogiri dan Cinomati Dianggap Rawan, Bus Besar Diimbau Lewat Pathuk

Himbauan tersebut berlaku selama Operasi Ketupat Progo berlangsung, dimulai dari tanggal 29 Mei sampai 10 Juni 2019.

Jalur Imogiri dan Cinomati Dianggap Rawan, Bus Besar Diimbau Lewat Pathuk
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Kapolres Bantul AKBP Sahat Marisi Hasibuan 

Apalagi saat jalur padat.

Sahat mengaku khawatir ketika bus wisata berukuran besar dipaksakan melintas justru terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

"Apabila ada bus remnya blong atau ada yang jatuh. Ini akan jadi kejadian nasional. Untuk sementara bus dihimbau tidak melewati jalur tersebut," terang dia.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kabupaten Bantul Agus Jaka Sunarya mengatakan Jalur Imogiri dan Cinomati memiliki kontur jalur yang rawan apabila dilalui Bus besar, terlebih saat jalur padat.

Pukul Bende, Bupati Suharsono Launching Kegiatan Hari Jadi Kabupaten Bantul Ke-188

Dirinya mengaku tahun ini belum bisa memberikan izin lewat kepada Bus wisata untuk melintasi kedua jalur tersebut.

"Jalur Mangunan Imogiri memang sudah dilebarkan. Tapi di atas masih ada bagian jalur yang sempit. Kami belum berani memberikan izin kepada bus besar," ucap dia.

Dinas Perhubungan menurutnya hanya sebatas memberikan himbauan, bukan larangan.

Karena ketika bus wisata terpaksa dilarang, tidak boleh melewati Jalur Imogiri-Mangunan, maka kata Agus Pemerintah memiliki kewajiban untuk memfasilitasi infrastruktur pendukung.

"Seperti mobil shuttle antar-jemput dan tempat-tempat parkir bus. Itu yang belum siap. Kita masih sebatas himbauan bukan larangan," kata Agus. (*)

Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved