Bantul

Jaringan Pengelola Sampah Mandiri Kabupaten Bantul Perluas Jaringan Hingga ke Dusun

Jaringan Pengelola Sampah Mandiri Kabupaten Bantul Perluas Jaringan Hingga ke Dusun

Jaringan Pengelola Sampah Mandiri Kabupaten Bantul Perluas Jaringan Hingga ke Dusun
Tribunjogja.com | Ahmad Syarifudin
Seorang nasabah sedang melihat-lihat pernak-pernik kerajinan dari hasil olahan bank sampah. 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Jejaring Pengelola Sampah Mandiri (JPSM) Kabupaten Bantul terus melakulan sosialisasi untuk memperluas jejaring di tingkat dusun, desa hingga kecamatan.

Sejauh ini, JPSM berupaya untuk mengurangi sampah yang dibuang di depo atau TPS dengan memilah dan mengolah sampah menjadi barang bernilai.

"JPSM sedang gencar untuk sosialisasi. Agar nanti semua lini dari dusun sampai kecamatan ada JPSM-nya. Nanti dikelola dalam bentuk bank sampah. Dari JPSM kegiatannya sosialisasi, pemanfaatan sampah, mengolah limbah, dan sebagainya," kata Ketua I JPSM Desa Wijirejo, Tsalis Siswanti, Kamis (23/5/2019) siang.

Tsalis mengaku, volume sampah yang bisa dikurangi memang belum bisa 100 persen. Namun ia ingin dengan JPSM sampah yang dibuang dapat berkurang.

Antisipasi Anthrax, DPPKP Awasi Distribusi Hewan ke Wilayah Bantul

Pemkab Sleman Optimis Raih Penghargaan Utama Kabupaten Layak Anak Tahun Ini

"Paling tidak baru 5 persen. Tapi kami tetap ikhtiar mengurangi sampah agar yang dibuang ke depo/TPS bisa berkurang. Syukur bisa nol sampah," ujarnya.

Di bank sampah, sampah dikelola menjadi barang yang bernilai jual. Sampah dipilah berdasar jenisnya seperti plastik, kertas, dan lainnya. "Bisa dibuat kerajinan. Limbah rumah tangga juga bisa dikelola jadi pupuk organik," katanya.

Produk yang hasilkan tergantung pengelolaan masing-masing JPSM, "Setiap JPSM sudah punya bank sampah, tergantung mau dikelola seperti apa," paparnya. (Tribunjogja I Amalia Nurul Fathonaty)

Penulis: amg
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved