Penjelasan BPPTKG Yogyakarta Terkait Status Terkini Gunung Merapi

Dari data BPPTKG Yogyakarta, pertumbuhan kubah lava tercatat hanya 3.000 meter kubik per hari.

Penjelasan BPPTKG Yogyakarta Terkait Status Terkini Gunung Merapi
twitter BPPTKG
Kondisi Gunung Merapi yang teramati via PGM Jrakah 

TRIBUNJOGJA.COM - Pada Selasa (21/5/2019), tepat satu tahun Gunung Merapi berstatus waspada (level II).

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta mulai menaikkan status Gunung Merapi dari aktif normal menjadi waspada (Level II) pada Senin 21 Mei 2018 pukul 23.00 WIB.

Di dalam diskusi bertema "Merawat Ketangguhan Warga Merapi", Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta Hanik Humaida menjelaskan lamanya status waspada.

"Kenapa lama? Karena lajunya magma menuju kepermukaan sangat pelan. Ekslusi juga lambat, kecepatannya juga sangat pelan," ujar Hanik Humaida dalam diskusi bertema "Merawat Ketangguhan Warga Merapi" Selasa (21/5/2019).

Hanik menyampaikan, waktu pertumbuhan kubah lava Gunung Merapi sangat kecil.

Dari data BPPTKG Yogyakarta, pertumbuhan kubah lava tercatat hanya 3.000 meter kubik per hari.

Umumnya, pertumbuhan kubah lava Gunung Merapi sekitar 20.000 meter kubik.

Bahkan, pada erupsi tahun 2006 dan tahun 2010 lalu bisa mencapai jutaan meter kubik.

"Kecepatan suplai magmanya yang membuat berbeda. 2006 itu lebih besar suplainya, petumbuhan kubah lava juga cepat, kalau yang sekarang lebih kalem," tegasnya.

Ke depan, lanjutnya, kegempaan di Gunung Merapi masih ada.

Halaman
12
Editor: ton
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved