Gunungkidul

Semakin Langka, Harga Belalang di Gunungkidul Meroket

Pertengahan bulan puasa ini, jumlah belalang di Gunungkidul semakin menipis.

Semakin Langka, Harga Belalang di Gunungkidul Meroket
TRIBUNJOGJA.COM / Wisang Seto
Semakin Langka, Harga Belalang di Gunungkidul Meroket 

Karjiyem yang berdomisili di Dusun Karangasem, Desa Mulo, Kecamatan Wonosari tersebut menyebut, tiap harinya harus menempuh belasan kilo untuk mencapai tempatnya berjualan dengan menggunakan sepeda motor.

"Tiap harinya ya membawa kompor dan tabung gas karena belalang ini kan digoreng di tempat jadi ya harus membawa peralatan untuk menggoreng. Jadi belalang sudah dibersihkan dari rumah nanti sampai di tempat jualan tinggal memberikan bumbu dan menggoreng saja," katanya.

Dirinya mengklaim bahwa belalang buatannya mampu bertahan selama satu minggu, jika dimasukkan ke dalam toples.

Ia mengakui saat puasa seperti ini jualannya cenderung menurun dibandingkan hari-hari biasa.

"Kalau puasa seperti ini turun biasanya sehari 15 toples kalau puasa kurang dari itu tetapi saat lebaran biasanya permintaan belalang goreng naik karena pemudik atau pengunjung wisata banyak yang penasaran untuk mencoba, dan harga mentahnya bisa naik lagi," katanya.

Pantau Kinerja PNS, Pemkab Gunungkidul Telah Terapkan Aplikasi Mobsi

Ia mengatakan tahun lalu saat Idulfitri, harga belalang mentah mencapai Rp 260 ribu.

Hal tersebut membuat dirinya mau tidak mau harus menaikkan harga jual per toplesnya.

"Saat ini (puasa) saja sudah susah cari belalang mentah apalagi nanti pas lebaran pasti harga belalang mentah naik itu pun harus berebut dengan pedagang lainnya. Belalang biasanya banyak saat musim panen padi, sementara sekarang sudah tidak musim panen," ujarnya.

Tak jauh beda dengan Karjiyem, pedagang lainnya bernama Andriyani (27) mengaku saat ini harga belalang sudah mulai naik dan dirinya kesulitan untuk mencari belalang mentah.

"Di Gunungkidul sudah sulit untuk dapat belalang. Kebanyakan belalang dari Kulon Progo dan daerah lain di Jawa Tengah seperti Purworejo dan Kebumen. Tahun baru maupun lebaran tahun lalu pun harga belalang mentah sampai Rp 200 ribu per kilo itupun barangnya tidak ada," katanya. (*)

Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved