Inilah Daftar Tarif Batas Atas Tiket Pesawat untuk Beberapa Rute Populer, Termasuk Jakarta-Yogya

Dalam aturan baru ini, TBA mengalami penurunan di kisaran 12-13 persen dan akan berlaku sejak 18 Mei 2019.

Inilah Daftar Tarif Batas Atas Tiket Pesawat untuk Beberapa Rute Populer, Termasuk Jakarta-Yogya
Net
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengeluarkan Keputusan Menteri Perhubungan No 106/2019 tentang Tarif Batas Atas (TBA) Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri.

Dalam aturan baru ini, TBA mengalami penurunan di kisaran 12-13 persen dan akan berlaku sejak 18 Mei 2019.

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, menjelaskan bahwa penurunan TBA di angka 12 sampai dengan 16 persen tersebut telah memperhitungkan aspek keselamatan penerbangan.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Polana B Pramesti mengatakan penurunan TBA itu sudah mempertimbangkan kondisi maskapai.

Menurutnya, tingkat efisien operasional maskapai bertambah setelah ketepatan waktu penerbangan atau on time performance naik.

"Dengan peningkatan OTP memberikan kontribusi terhadap efisiensi pengoperasional pesawat udara," ujarnya.

Tribunnews.com mencoba merangkum besaran tarif batas atas (TBA) dan tarif batas bawah (TBB) baru di beberapa rute populer. Berikut daftarnya:

- Jakarta - Medan Kualanamu (TBA Rp. 1.799.000 dan TBB Rp. 630.000)
- Jakarta - Makassar (TBA 1.830.000 dan TBB Rp. 641.000)
- Jakarta - Padang (TBA Rp. 1.476.000 dan TBB Rp. 571.000)
- Jakarta - Semarang (TBA Rp. 796.000 dan TBB Rp. 279.000)
- Jakarta - Solo (TBA Rp 906.000 dan TBB Rp 317.000)
- Jakarta-Surabaya (TBA Rp 1.167.000 dan TBB Rp 408.000)
- Jakarta - Yogyakarta Adisutjipto (TBA Rp 860.000 dan TBB Rp 301.000)
- Jakarta - Palembang (TBA Rp. 844.000 dan TBB Rp. 295.000)

Meski begitu, perlu diketahui besaran tarif ini belum termasuk biaya PPN, Asuransi, biaya tambahan dan tarif pelayanan jasa penumpang pesawat udara (PJP2U).

"Keputusan baru ini akan dilakukan evaluasi secara berkala setiap tiga bulan atau jika terjadi perubahan signifikan yang mempengaruhi keberlangsungan kegiatan badan usaha angkutan udara," kata Polana.

Halaman
12
Editor: ton
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved