Kota Yogyakarta
Pasien HIV/AIDS Sempat Terkendala Mengakses ARV di RS Jogja
Penderita HIV/AIDS yang menjadi peserta BPJS Kesehatan sempat mengalami kendala dalam mengakses obat Antiretroviral (ARV) di RS Jogja, Senin (13/5/201
Penulis: Kurniatul Hidayah | Editor: Ari Nugroho
Laporan Reporter Tribun Jogja Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Penderita HIV/AIDS yang menjadi peserta BPJS Kesehatan sempat mengalami kendala dalam mengakses obat Antiretroviral (ARV) di RS Jogja, Senin (13/5/2019).
Hal tersebut disampaikan Perwakilan Jaringan Advokasi Orang dengan HIV/AIDS (ODHA), Magdalena kepada Tribun Jogja.
Obat tersebut, diperlukan penderita HIV/AIDS untuk mempertahankan kekebalan tubuh penderita dengan memperlambat perkembangan virus di dalam tubuh.
Magdalena mengatakan, dirinya telah mencoba menghubungi pihak RS Jogja untuk mendapatkan penjelasan terkait hal tersebut.
• Virus HIV Digunakan untuk Sembuhkan Penyakit Bocah Gelembung
"Kemarin (Senin,red) kami mendapatkan pesan singkat bahwa untuk sementara RS Jogja tidak bisa melayani pasien BPJS. Di sana dicantumkan nomor untuk melakukan konfirmasi, lalu kami mencoba konfirmasi," ungkapnya, Selasa (14/5/2019).
Berdasarkan hasil konfirmasi tersebut, Magdalena menunjukkan potongan pesan singkat dari pihak RS Jogja yang menyebutkan bahwa untuk sementara RS Jogja hanya bisa melayani pasien umum.
Terkait rujukan, pasien BPJS diminta datang ke faskes 1 atau Puskesmas untuk meminta rujukan ke rumah sakit selain RS Jogja.
"Dikecualikan untuk pasien cuci darah, kemo dan post kemo, dan pasca rawat inap masih dijamin BPJS. Sementara untuk pasien HIV yang memiliki BPJS diminta rujukan ke rumah sakit lain selain RS Jogja," bebernya.
Ia mengatakan sempat bingung.
Pasalnya untuk mekanisme rujukan pindah ke rumah sakit lain tidaklah mudah.
Magdalena sudah menyampaikan bahwa pihak rumah sakit diminta segera memberikan sosialisasi kepada pasien HIV AIDS yang biasa mengakses ARV di RS Jogja.
• Stok di Sleman Masih Aman Meski Kementrian Kesehatan Gagal Laksanakan Tender Pengadaan Obat ARV
"Lalu tadi pagi (kemarin, red), saya menerima informasi bahwa pengecualian bagi pasien yang ditanggung BPJS ditambah, yakni untuk pasien HIV dan TBC. Ini lantas membuat pasien HIV/AIDS yang sudah memiliki BPJS untuk tetap bisa mengakses ARV di RS Jogja," bebernya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Agus Sudrajat menjelaskan bahwa kendala tersebut berkaitan dengan diputusnya pelayanan BPJS di RS Jogja untuk memperbarui bentuk kerjasama antara RS Jogja yang dikelola Pemerintah Kota Yogyakarta dengan BPJS Kesehatan.
"Kita sudah survei akreditasi 8-11 Mei kemarin. Tinggal nunggu pengumuman kelulusan maka pelayanan pasien BPJS sudah bisa dilaksanakan. Kita sudah mendesak KARS (Komite Akreditasi Rumah Sakit) untuk segera mengeluarkN hasilnya. Minimal dengan surat keterangan lulus," ungkap Agus.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/hivaids-ilustrasi_20151201_144800.jpg)