Sleman
Puasa Bukan Alasan untuk Malas Bekerja
Bupati Sleman Sri Purnomo berpesan agar puasa tidak dijadikan alasan pegawai untuk bermalas-malasan.
Penulis: Santo Ari | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Selama Bulan Ramadan jam kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Sleman berkurang.
Mereka masuk dari pukul 07.30 dan jam kerja berakhir pada pukul 14.30.
Namun demikian, Bupati Sleman Sri Purnomo berpesan agar puasa tidak dijadikan alasan pegawai untuk bermalas-malasan.
"Saya mengimbau untuk ASN yang puasa tetap mengedepankan etos kerja. Ketika kita bicara tentang etos kerja, yang namanya puasa itu harusnya etos kerjanya juga meningkat," ujarnya, Senin (6/5/2019).
• Awal Puasa, Tempat Hiburan di Sleman Harus Tutup Satu Minggu
Agar tetap bekerja secara maksimal, Sri Purnomo memberikan tips yakni mendahulukan pekerjaan yang menguras tenaga dan pikiran di pagi hari.
Menurutnya di pagi hari, sesorang yang berpuasa masih memiliki tenaga yang utuh.
"Karena energi saur masih penuh. Jika digunakan pagi maka bisa efektif, digunakan untuk kegiatan strategis di pagi hari," paparnya.
Dan jeda salat duhur, disebutnya bisa digunakan untuk istrahat barang 10 sampai 15 menit.
Setelah itu, maka kita dapat bekerja dengan tenaga yang kita kerja bisa segar lagi.
"Sambil kultum, juga bisa istirahat, wiridan rodo ngantuk sitik selama 10-15 menit. Atau di kantor mak ler 10-15 menit itu wajar dalam rangka menghimpun energi. Kalau sudah fresh kita bekerja lebih maksimal lagi," ungkapnya.
• Bupati Sleman Sri Purnomo Menerima Penghargaan Tertinggi dari BPOM RI
Ia menekankan agar setiap pegawai dapat mengatur waktu dengan baik agar pekerjaan terselesaikan dengan baik pula.
"Artinya tidak ada alasan kita malas-malasan saat berpuasa, menunda pekerjaan sehingga target tidak tercapai. Bahkan kalau di puasa ini target harus tercapai lebih awal," tegasnya.
"Ketika bisa me-manage waktu dengan baik, insyaalah semua bisa berjalan dengan baik. Kalau niat mantap, akan mengalahkan segalanya," tuturnya.
Terkait pelayanan ke masyarakat, Dinas Sosial juga memberlakukan waktu khusus.
Kepala Dinsos Kabupaten Sleman Eko Suhargono mengatakan, meski puasa pihaknya tetap memberikan pelayanan.
"Kami tetap membuka pelayanan, hanya sampai pukul 14.30 setiap Senin sampai Kamis. Kalau Jumat selesai pukul 13.00. Tapi kalau call center tetap 24 jam," paparnya.(TRIBUJNOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/potensi-angin-kencang-masih-terjadi-bupati-sleman-minta-warga-waspada.jpg)