STPMD APMD Yogyakarta Bakal Wisuda 114 Mahasiswa

APMD Yogyakarta akan menggelar wisuda semester genap Tahun Akedemik 2018/2019, Sabtu (4/5/2019).

STPMD APMD Yogyakarta Bakal Wisuda 114 Mahasiswa
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa APMD Yogyakarta akan menggelar wisuda semester genap Tahun Akedemik 2018/2019, Sabtu (4/5/2019).

Terdapat 114 calon wisudawan yang diwisuda pada periode ini, yang terdiri dari 9 orang dari Prodi Pembangunan Masyarakat Desa Jenjang DIII, 15 orang Prodi Ilmu Komunikasi S1, 17 orang, Prodi Ilmu Sosiatri S1, 55 orang, Prodi Ilmu Pemerintahan S1, serta 18 orang, dan Program Magister.

Dengan begitu, sampai dengan saat ini APMD telah meluluskan sebanyak 16.263 lulusan.

Herawati Ketua Panitia Wisuda menjelaskan jika wisuda kali ini sengaja diselenggarakan lebih awal dari yang seharusnya di minggu terakhir bulan Mei.

Hal tersebut bertujuan untuk menghormati umat muslim yang akan memasuki bulan suci Ramadan.

"Maka kurang pas jika para orang tua dan keluarga wisudawan yang sebagian besar berasal dari luar Yogya datang dalam kondisi puasa. Dengan wisuda ini maka jumlah total alumni kampus mazhab desa sejati menjadi 16. 263 lulusan, dan telah berkarya di berbagai profesi, baik negara (pemerintah, legislatif, yudikatif), swasta dan entrepreneur social maupun aktor utama pembaharu desa," terangnya.

Sementara itu, Ade Chandra Wakil Ketua Bidang Kemahasiswaan menjelaskan, diantara 114 wisudawan terdapat atlet taekwondo “Black Eagle” APMD yang baru saja berhasil meraih 6 medali, terdiri 1 emas, 3 perak dan 2 perunggu, pada Kejuaraan Nasional Taekwondo Piala Kapolres Semarang 26-27 April baru lalu.

"Tidak hanya prestasi bidang olahraga yang meningkat drastis memasuki semester genap 2019, di bidang akademik 3 proposal kelompok mahasiswa lolos melaui seleksi nasional kemenristek dikti dan memperoleh hibah Program Kreatif Mahasiswa (PKM), serta 3 organisasi mahasiswa yang lolos praproposal Program Hibah Bina Desa (PHBD) Kemenristekdikti," ungkapnya.

Sementara itu, Sutoro Eko, Ketua Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa APMD mengatakan, seiring makin meningkatnya kepercayaan publik kepada APMD, pihaknya tidak henti-hentinya menggenjot berbagai prestasi akademik maupun non akademik pada mahasiswanya.

"Sebagai sumur pengetahuan tentang desa dan berkembangannya jaringan kerjasama dengan berbagai pihak, kami terus menggenjot berbagai prestasi akademik maupun non akademik yang diraih untuk memfasilitasi spirit kemanusiaan Sekolah Tinggi bagi pendidikan orang pinggiran, rakyat dan desa," terangnya.

Bukan hanya itu, APMD juga senantiasa melakukan konsolidasi sejumlah sumberdaya secara konsiten untuk memperkuat standing position institusi dengan cara “memuliakan desa dan menyatukan Indonesia”.

"Di tengah gelombang industri 4.0, desa diyakini menjadi pintu masuk strategis dalam mendorong perubahan Indonesia ke depan yang selama ini dirasa belum begitu efektif jika hanya dilakukan melalui senayan dan istana. Untuk menyambut tantangan dan kesempatan itu, diperlukan kapasitas bagi para subjek desa," katanya.

Saat ini, APMD menerima mahasiswa baru untuk tahun akademik 2019/2020, dimana saat ini telah masuk pendaftaran gelombang ke-II, yang akan berlangsung hingga 28 Juni 2019. Selanjutnya pendaftaran gelombang ke-III akan dilaksanakan hingga 23 Agustus 2019. (*)

Penulis: Siti Umaiyah
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved