Yogyakarta

Relawan Jokowi dan SIMA Gelar Tasyakuran, Kirim Doa untuk Petugas Pemilu yang Gugur

Pihaknya memberikan apresiasi serta hormat setinggi-tingginya atas kerja keras panitia pemungutan suara hingga pesta demokrasi ini berjalan sukses.

Relawan Jokowi dan SIMA Gelar Tasyakuran, Kirim Doa untuk Petugas Pemilu yang Gugur
TRIBUNJOGJA.COM / Wahyu Setiawan
Pemotongan Tumpeng sebagai tanda syukur oleh Relawan Jokowi dan Sahabat Indonesia Maju (SIMA) Yogyakarta di salah satu rumah makan di kawasan Sambilegi, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Selasa (30/4/2019) malam. 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Sebagai bentuk rasa syukur atas suksesnya penyelenggaraan pemilu 2019, gabungan Relawan Jokowi bersama Sahabat Indonesia Maju (SIMA) Yogyakarta menggelar tasyakuran di satu dari beberapa rumah makan di kawasan Sambilegi, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Selasa (30/4/2019) malam.

Diikuti oleh puluhan perwakilan relawan, acara yang digelar dengan tumpengan ini sekaligus menjadi tanda syukur atas keunggulan suara yang diperoleh Joko Widodo dan Maruf Amin sementara waktu.

"Tanpa menafikkan hasil resmi KPU, kami melihat semua lembaga survey kredibel dan berpengalaman telah menyatakan bahwa pasangan Jokowi-Amin unggul suara dibandingkan lawannya, berkisar antara 54-55 persen, bahkan sampai saat ini hitung resmi KPU juga masih mengunggulkan pak Jokowi dengan 56,05 persen. Ini yang menjadi acuan kenapa kita adakan tasyakuran," kata Kris Cantra, Ketua Umum SIMA (Sahabat Indonesia Maju) kepada media.

Sewindu Tribun Jogja, Bertekad Jadi Media Rujukan dalam Era Revolusi Industri 4.0

Kendati belum final, Kris melanjutkan, pihaknya bakal optimis bahwa pasangan Jokowi-Amin memenangkan hasil rekapitulasi resmi KPU dengan angka yang akan mendekati 60 persen.

Dalam kesempatan yang sama, relawan dan SIMA pun juga turut mengirimkan doa bagi para petugas pemungutan suara yang harus gugur saat menjalankan tugas negara.

BPN Tuduh Salah Input Situng KPU Mencapai Ribuan, Ilham: Mana Kalau Ada Datanya, Mana?

Pihaknya memberikan apresiasi serta hormat setinggi-tingginya atas kerja keras panitia pemungutan suara hingga pesta demokrasi ini berjalan sukses.

Pihaknya mengatakan pemilu 2019 ini merupakan pemilu yang cukup kompleks.

Pileg dan pilpres diselenggarakan secara bersamaan hal ini tak menutup kemungkinan panitia penyelenggara mengalami kelelahan dalam menjalankan tugasnya. Bahkan hingga kehilangan nyawanya.

Gebyar Senam Rakyat, Kembalikan Kerukunan Masyarakat Pasca Pemilu

"Pemilu kali ini merupakan pemilu yang cukup kompleks, negara telah mengeluarkan biaya yang tak sedikit. Banyak panitia pemungutan suara yang gugur mereka adalah pahlawan demokrasi kita, harus kita hormati dan apresiasi," bebernya kepada wartawan.

"Bahkan hingga ratusan petugas meninggal dunia, ini menjadi pemilu yang bersejarah bagi bangsa kita," tambahnya.

Kapal Vietnam Tabrak KRI, Menteri Susi akan Tenggelamkan Lebih Banyak Kapal Ikan Vietnam

Pihaknya berharap kendati penyelenggaraan pemilu kali ini sukses namun harus tetap dievalusi agar tahun mendatang tak menimbulkan korban jiwa sebanyak ini.

"Pemilu kali ini perlu di evaluasi terbukti dengan banyaknya petugas yang kelelahan sakit hingga meninggal dunia," pungkasnya. (*)

Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved