Yogyakarta
Suhu 33 Derajat Celcius, Suhu DIY Dipengaruhi 3 Faktor
Beberapa hari belakangan suhu di Daerah Istimewa Yogyakarta memang cenderung panas.
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Ari Nugroho
Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani
TRIBUN JOGJA.COM, YOGYA - Beberapa hari belakangan suhu di Daerah Istimewa Yogyakarta memang cenderung panas.
Kepala Unit Analisa dan Prakiraan Cuaca BMKG Stasiun Klimatologi Yogyakarta, Sigit Hadi Prakosa mengatakan suhu tertinggi di DIY tercatat mencapai 33 derajat Celcius.
Tentu dengan suhu tersebut, DIY terasa sangat panas. Meski demikian belum termasuk pada suhu yang ektrim.
BMKG Stasiun Klimatologi Yogyakarta mencatat suhu tertinggi DIY pernah mencapai 35 derajat Celcius.
"Kalau dibandingkan dengan sebelum-sebelumnya memang terasa sangat panas. Kami mencatat beberapa hari ini baru mencapai 33 derajat Celcius. Masih tergolong normal dan belum termasuk ektrim. Yogyakarta dulu pernah mencapai 35 derajat Celcius," katanya saat dihubungi Tribun Jogja, Rabu (24/4/2019).
• Aktivitas Terkini Gunung Merapi, Dini Hari Tadi Terpantau Kembali Luncurkan Awan Panas
Ia menjelaskan ada beberapa faktor yang mempengaruhi suhu yang terbilang tinggi ini.
Faktor pertama dilihat dari segi astronomis.
Saat ini matahari berada di belahan bumi Utara, berada dekat dengan ekuator.
Keberadaan matahari yang berada dekat ekuator, membuat daerah sekitar ekuator menjadi lebih panas.
Selain faktor astronomis, faktor kedua adalah faktor metrologis.
Menurut pantauan BMKG Staklim Yogyakarta, pagi hingga sore terpantau cerah dan tidak tertutup awan.
Sehingga panas matahari langsung bisa dirasakan oleh permukaan bumi.
Faktor ketiga yang mempengaruhi Urban Heat Island, dimana banyak bangunan-bangunan yang dibangun, utamanya di kawasan perkotaan.
Selain banyaknya gedung, aspal yang berwarna hitam juga menambah panas.
• Masuki Awal Musim Kemarau, BMKG Imbau Petani Sesuaikan Masa Tanam
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/cuaca-panas_20181013_094135.jpg)