Kota Yogyakarta
Peserta UNBK yang Sakit Bisa Ikut Susulan
Budi Asrori menjelaskan bahwa bagi peserta UNBK yang sakit, bisa mengikuti ujian susulan yang dilaksanakan pada 29-30 April 2019.
Penulis: Kurniatul Hidayah | Editor: Ari Nugroho
Orang nomor satu se-Kota Yogyakarta tersebut juga meminta agar peserta UNBK dalam hal ini siswa kelas IX untuk membatasi kegiatan fisik yang dapat memforsir waktu, tenaga, dan pikiran.
Ia meminta agar peserta UNBK fokus mengikuti ujian, baik UNBK maupun USBN.
"Jadi bukan hanya 4 hari ini saja. Tapi minggu depan juga USBN. Perlu diketahui untuk UNBK digunakan untuk menentukan sekolah, sementara USBN menentukan kelulusan. Jadi keduanya penting," tambahnya.
Ditemui seusai melaksanakan UNBK sesi pertama, siswa kelas IX E SMPN 5 Yogyakarta, Geronimo Wirocungkono mengatakan bahwa materi Bahasa Indonesia di hari pertama UNBK dirasakan lebih sulit ketimbang Tes Pendalaman Materi (TPM) yang digelar Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta.
"Cara penyampaian informasi di teksnya agak susah diterima. Memang haru dibaca 2-3 kali. Lebih susah dari TPM. Tapi untungnya waktunya cukup," tandasnya.
• Wabup Sleman Pantau Pelaksanaan UNBK SD-SMP Pagi Ini
Sementara itu, Koordinator Forpi Kota Yogyakarta Baharuddin Kamba mengatakan bahwa berdasarkan pantauan, pelaksanaan UNBK berjalan dengan lancar.
Termasuk ketersediaan pelayanan bagi siswa atau Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).
"Berdasarkan pemantauan tahun 2018 lalu di beberapa sekolah di Kota Yogyakarta mengalami gangguan jaringan atau server offline. Sehingga pelaksanaa ujian harus mundur beberapa menit. Hal ini dapat mengakibatkan siswa menjadi down secara psikologis. Namun, tahun ini meskipun ada informasi di satu sekolah swasta sempat terjadi down dalam jaringan. Namun, persoalan tersebut dapat segera diatasi," bebernya.(TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/wali-kota-yogyakarta-haryadi-suyuti-soal-unbk.jpg)