Sleman

Begini Cara Bupati Sleman Tanamkan Pendidikan Politik di Keluarganya

Anak bungsunya sudah terbiasa berpolitik dan ia pun berharap anaknya tersebut dapat melanjutkan kehidupan berpolitik di keluarganya.

Tayang:
Penulis: Santo Ari | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Santo Ari
Bupati Sleman Sri Purnomo beserta keluarga datang ke TPS 38 Dusun Jaban, Tridadi, Sleman dalam Pemilu serentak 2019, Rabu (17/4/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM - Bupati Sleman Sri Purnomo beserta keluarga datang ke TPS 38 Dusun Jaban, Tridadi, Sleman dalam Pemilu serentak 2019, Rabu (17/4/2019).

Dari pantauan Tribunjogja.com, Sri Purnomo beserta istri dan dua anaknya kompak mengenankan atasan putih.

Begitu hadir, mereka langsung mendaftarkan diri ke petugas TPS dan langsung menunggu sambil nama mereka dipanggil untuk mencoblos.

Saat menunggu, Sri Purnomo sempat bertanya kepada anaknya.

5 Tempat Wisata Alam di Kulonprogo, Mulai dari Kalibiru Hingga Kebun Teh Nglinggo

"Deg-degan enggak?" tanyanya.

Pertanyaan itu langsung dijawab oleh putra bungsunya Raudi Akmal.

"Enggak," tegasnya.

Rupanya Raudi Akmal memang sudah terbiasa dengan politik. 

Bahkan ketika mereka dibilik suara, Raudi sempat menganjurkan ke keluarganya untuk membuka surat suara hijau terlebih dahulu, atau surat suara untuk DPRD Sleman.

Anjuran itupun diikuti oleh kedua orang tuanya, dan saudarinya Nudia Rimanda.

Disinggung tentang pendidikan politik dalam keluarga, Sri Purnomo bahwa hal itu sudah diterapkannya.

"Untuk pendidikan politik, saya berikan kebebasan anak-anak kami, saya berikan (kebebasan) untuk berpikir, bisa mencontoh yang bagus," jelasnya.

Ia pun mengatakan bahwa anak bungsunya sudah terbiasa berpolitik dan ia pun berharap anaknya tersebut dapat melanjutkan kehidupan berpolitik di keluarganya.

"Yang ragil ini yang tampaknya ada bakat berpolitik, kita coba agar ikut berkompetisi harapanya juga nanti bisa melanjutkan estafet politik ke depan," ungkapnya.

Kisruh Form A5 di Caturtunggal Sleman, Ini Kata KPU DIY

Terpantau hanya dua dari tiga anaknya yang turut melakukan pemungutan suara di TPS tersebut.

Sri Purnomo menceritakan bahwa salah satu anaknya tengah menempuh studi di London.

"Sedang study di London, insyaallah tidak lama lagi selesai, dia juga sudah nyoblos kemarin," ceritanya.

Dalam kesempatan itu, Sri Purnomo berharap setelah melampaui proses pemilu yang sangat dinamis tahun ini, seluruh masyarakat di Sleman dapat menerima dan mendukung siapapun pemimpin yang terpilih.

Terkhusus untuk caleg DPRD Sleman, Bupati menaruh harapan agar mereka yang terpilih nanti dapat bersama membangun Kabupaten Sleman dan membuat warga Sleman semakin berkualitas, bahagia dan sejahtera.

"Harapannya yang terpilih DPRD kabupaten sleman, adalah mereka yang berasal dari partai yang terbaik berkualitas dan bisa bersama bermitra dengan kami di pemerintah kabupaten sleman untuk membangun Sleman lima tahun ke depan," ujarnya.

Demikian pula dengan caleg yang maju di provinsi, ia berharap yang terpilih dari kabupaten sleman adalah yang terbaik.

Sedangkan mereka yang menuju DPR RI dan DPD RI adalah orang yang berkualitas yang dapat mengembang amanat dari seluruh warga DIY. 

"Untuk presiden siapapun yang terpilih itu merupakan keputusan politk bangsa Indonesia yang harus kita dukung ," ujarnya.

Kapolda DIY: Pemungutan Suara Pemilu 2019 Berlangsung Kondusif

Ia pun berharap setelah tahapan Pemilu selesai masyarakat Sleman dapat kembali bersatu dan mengenyampingkan perbedaan.

"Kami percaya warga masyarakat di kabupaten Sleman orangnya realistis, kompetisi boleh, berupaya utk mencari kemenangan, tapi begitu selesai coolingdown dan bersama membangun kabupaten sleman," ungkapnya.

Sri Purnomo juga berharap proses Pemilu kali ini dapat berjalan lancar tanpa halangan dan semua warga yang mempunyai hak pilih dapat datang ke TPS untuk menyukseskan pesta demokrasi.

"Begitu pula, kami berharap meski hiruk pikuk pilpres itu luar biasa dinamis, tapi begitu ada pemenangnya kita dukung bersama untuk melanjutkan pembangunan di Indonesia lima tahun ke depan."

Sementara itu, Kapolsek Sleman Kompol Sudarno memaparkan bahwa di Kecamatan Sleman tidak ada TPS yang masuk dalam kategori rawan.

Namun demikian dirinya tetep menyiagakan anggota di seluruh TPS serta menerapkan patroli demi kenyamanan pelaksanaan pemilu.

Pengamanan juga akan dilakukan hingga nantinya kotak suara bergeser ke kecamatan.

"Patroli ini untuk antisipasi  gangguan keamanan, meskipun aman tidak ada TPS kategori rawan tapi mungkin ada orang tidak suka dengan pemilu ini," jelasnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved