Ritual Pernikahan Bangsa Viking, Harus Ada Saksi Saat Pengantin Lewati Malam Pertama

Harus ada seorang saksi yang akan menemani mereka berhubungan intim di malam pertama hingga tidur dan bangun di esok paginya

Ritual Pernikahan Bangsa Viking, Harus Ada Saksi Saat Pengantin Lewati Malam Pertama
NET
Ilustrasi pernikahan Bangsa Viking 

TRIBUNJOGJA.com - Tak jauh berbeda dengan kepercayaan dalam budaya daerah lainnya, pernikahan bagi bangsa Viking juga merupakan hal yang sangat sakral. Sehingga wajar saja perlu banyak persiapan sebelum melaksanakannya.

Prosesi pertama sebelum pernikahan yakni melepas kransen yang melingkar di kepala calon mempelai wanita.

Kransen ini adalah sebuah lingkaran (headband) yang dikenakan oleh wanita yang belum menikah dan biasanya mereka mengurai rambutnya tanpa hiasan lain selain kransen.

Pedang Kuno Era Pra-Viking Berusia 1.500 Tahun Ditemukan Bocah 8 Tahun di Tepi Danau

Saat menikah, mereka akan memakai mahkota pernikahan dan kransen tersebut disimpan untuk diwariskan pada putrinya kelak.

Calon mempelai pria harus mendapatkan pedang dari salah satu leluhurnya.

Pedang bisa didapat dengan membuka kembali kubur leluhur yang telah mati untuk mengambil pedangnya, atau meminta dari seorang kerabat yang masih hidup.

Saat upacara nanti, mempelai pria akan membawa pedang dan mungkin juga palu untuk melambangkan Thor.

Thor dipercaya sebagai dewa bagi bangsa Viking, begitu pula Odin, ayah Thor.

Pernikahan harus dilakukan pada hari Jumat. Hari Jumat dipercaya adalah hari yang baik untuk kesuburan wanita karena Hari Frigg (Dewi Kesuburan) juga jatuh pada hari Jumat.

Sebelum upacara dimulai, pasangan pengantin harus berdoa untuk mendapat perhatian para dewa.

Halaman
123
Editor: mon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved