Jet Tempur Mig 21 Milik Pasukan Haftar Libya Hilang di Selatan Tripoli

Tentara Nasional Libya (LNA) yang dikepalai Jenderal Khalifa Haftar mengakui satu unit jet tempur mereka hilang di dekat Tripoli

Penulis: Setya Krisna Sumargo | Editor: Mona Kriesdinar
NET
Mig 21 Libya 

Jet Mig 21 Milik Pasukan Haftar Libya Hilang di Selatan Tripoli

TRIBUNJOGJA.COM, MOSKOW - Tentara Nasional Libya (LNA) yang dikepalai Jenderal Khalifa Haftar mengakui satu unit jet tempur mereka hilang di dekat Tripoli, Libya.

"Kami telah kehilangan salah satu dari pesawat tempur MiG-21 kami setelah pilot kehilangan kendali atas pesawat. Mungkin pesawat itu dihantam roket, namun tidak ada serangan langsung", juru bicara LNA Ahmed Mismari dikutip Sputniknews dan Aljazeera, Senin (15/4/2019).

Jet Tempur F-35 Jepang yang Hilang, Dipastikan Jatuh di Samudera Pasifik

Pada Minggu (14/4/2019), juru bicara militer GNA Mohammed Ghnounou mengatakan pasukan yang setia pada kepemimpinan GNA yang didukung PBB telah menjatuhkan pesawat tempur yang dioperasikan pasukan Haftar.

"Kami mengkonfirmasi bahwa kami menembak jatuh sebuah pesawat militer yang menyerang pasukan kami di Wadi Rabie (selatan Tripoli)", kata Mohammed Ghnounou.

Mengenal Libya, Permata dari Afrika Utara dan Khadafi yang Dijungkalkan

LNA meluncurkan kampanye sejak dua pekan lalu untuk merebut kembali ibukota Libya dari apa yang digambarkannya sebagai teroris.

Pemerintah yang didukung PBB di Tripoli berjanji untuk melawan. PBB telah menuntut agar kedua pasukan menahan diri dari menyerang sasaran sipil.

Pertempuran itu menurut WHO, telah merenggut 120 nyawa. Selama bertahun-tahun, Libya sejak Moammar Khadaffi dijatuhkan, telah terpecah antara dua pemerintah di Tripoli dan Benghazi.

Wow! Albania Simpan Jet-jet Tempur di Perut Gunung Berpintu Baja

Bagian timur negara itu atau di Benghazai, dikendalikan parlemen yang dipilih pada 2014 dan didukung oleh Tentara Nasional Libya (LNA) yang dipimpin Khalifa Haftar.

Sementara yang berbasis di Tripoli yang didukung PBB Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) mengatur bagian barat Libya.

Saat pesawat tempurnya dijatuhkan lawan, Khalifa Haftar tengah berada di Kairo, Mesir. Ia bertemu Presiden Al Sisi, mendiskusikan sejumlah masalah krusial di Libya.

Jenderal Haftar Minta Rusia Dirikan Pangkalan di Libya

Libya jatuh dalam perang saudara sejak 2011 ketika koalisi NATO, Arab dan Emirat, bersatupadu bersama milisi lokal, mendongkel Khadaffi yang telah berkuasa selama 42 tahun.

Di tangan Khadaffi, Libya tumbuh menjadi negara kaya raya. Mereka memanfaatkan sumber daya minyaknya yang sangat melimpah.

Khadaffi akhirnya terjungkal, tertangkap saat melarikan diri dari kejaran pasukan NATO dan milisi di Sirte, Libya bagian barat.

Ia akhirnya ditembak mati bersama putranya, Moassam Khadaffi, ketika ditemukan bersembunyi di sebuah gorong-gorong di luar distrik Surf, tanah kelahirannya.(Tribunjogja.com/ xna) ‘

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved