Jenderal Haftar Minta Rusia Dirikan Pangkalan di Libya
Pemimpin pemerintahan Libya di Tobruk, Jenderal Haftar meminta Rusia mendirikan pangkalan di negara itu.
Penulis: Setya Krisna Sumargo | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM, BEIRUT - Pemimpin pemerintahan Libya di Tobruk, Jenderal Haftar meminta Rusia mendirikan pangkalan di negara itu.
Permintaan Haftar disampaikan ke Menteri Pertahanan Rusia dia pekan lalu.
Informasi ini dikonfirmasi Ketua Grup Kontak Rusia untuk Libya, Lev Dengov, dikutip Al Masdar News Network, Minggu (4/3/2018) WIB.
Ini babak baru politik Libya yang dihancurkan perang saudara sepeninggal Moammar Khadafy.
Namun Dengov belum bisa menjelaskan apakah permintaan Haftar itu akan dipenuhi Rusia atau tidak.
Baca: Warga Iran, Libya, Suriah, Somalia, Sudan, dan Yaman Dilarang Keras Masuk AS. Ini Alasannya
Jenderal Haftar tampil sebagai pemimpin Libya di Tobruk, sebagai tandingan pemerintahan Libya lain di Tripoli.
Libya terpecah belah, dan hingga hari ini tidak ada pemerintahan tunggal yang memimpin negeri kaya minyak ini.
Sejumlah wilayah dikontrol kelompok bersenjata, termasuk kemunculan gerombolan ISIS di beberapa kota tertentu.
Baca: Tato Tertua di Dunia Berusia 5.200 Tahun
Haftar yang juga tokoh militer Libya era Khadaffi, relatif menjaga hubungan baik dengan Rusia selama pergolakan.
Ia tampaknya belajar dari perang Suriah dan peran Rusia yang dominan membantu pemulihan stabilitas.(Tribunjogja.com/AMN/xna)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/libya_20180121_103203.jpg)