Dinpar Bantul Gelar Festival Ingkung dan Mie Des di Pantai Parangkusumo
Festival ini digelar di kawasan pantai Parangkusumo pada Minggu (7/5/2019) siang dan diikuti oleh puluhan pedagang.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Dinas Pariwisata Bantul kembali mengadakan festival makanan tradisional khas Bantul, kali ini berupa Ingkung dan Mie Des.
Festival ini digelar di kawasan pantai Parangkusumo pada Minggu (7/5/2019) siang dan diikuti oleh puluhan pedagang.
"Ada 30 pelaku usaha Miedes dan 13 Ingkung," kata Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul, Ni Nyoman Yudiriani, saat ditemui Tribunjogja.com di lokasi festival.
Menurutnya, festival Ingkung dan Miedes sengaja digelar dalam rangka bersama-sama memasarkan potensi kuliner tradisional yang ada di Bantul.
Terutama Ingkung yang merupakan asli dari desa wisata Santan, kecamatan Pajangan dan Miedes desa wisata Surocolo, kecamatan Pundong.
"Harapannya wisatawan berkunjung ke Bantul bukan hanya melihat sektor pariwisata alam, seni dan kerajinan. Akan tetapi ada juga kuliner khas yang bisa dinikmati," terangnya.
Puluhan pedagang yang ikut dalam festival kuliner tradisional ini tampak asyik memasak.
Mereka menyajikan miedes dan Ingkung dengan penuh kreasi.
Ada miedes yang dicampur udang, dicampur daging hingga ditabur bawang goreng.
Ingkung pun tak kalah meriah, mereka menampilkan kreasi Ingkung terbaik.
Bahkan ada juga yang disiram areh santan dari kelapa. Rasanya lebih gurih.
Dalam kegiatan ini dilangsungkan pula live performance demo memasak dari chef Dody Prakosa.
Melalui demo memasak ini diharapkan para pelaku usaha kuliner bisa sengkuyung menyajikan menu makanan lebih baik lagi untuk para wisatawan yang akan berkunjung ke desa-desa wisata di Kabupaten Bantul.
Seorang pengunjung, Ari Purwati, mengatakan festival Ingkung dan Miedes sangat bagus sebagai ajang promosi dan memperkenalkan kepada masyarakat luas makanan khas asli dari Kabupaten Bantul.
Ia dan keluarganya mengaku sangat suka miedes. Bahkan sering jajan sampai ke kecamatan Pundong. Menurut dia, miedes itu mie-nya enak dan pedesnya orisinil.
"Karena rasa pedesnya itu pakai bubuk cabe dan mie-nya lebih sehat," kata dia. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/festival-ingkung-dan-miedes-di-parangkusumo.jpg)