Bantul

Serunya Masak Miedes dan Mielung di Festival Mie Bantul

Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul menggelar festival Mie Bantul di Museum History of Java, Sewon, Bantul.

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Hari Susmayanti
Tribun Jogja/ Ahmad Syarifudin
Peserta festival mie Bantul menunjukkan hasil olahan mie kreasinya, Sabtu (6/4/2019) malam 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL- Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul menggelar festival Mie Bantul di Museum History of Java, Sewon, Bantul, Sabtu (06/4/2019) malam.

Kegiatan ini sebagai ajang promosi dan mengenalkan kepada masyarakat luas miedes dan mielung sebagai kuliner tradisional asli dari Bantul.

Kepala Dinas Pariwisata Bantul Kwintarto Heru Prabowo mengatakan mielung atau mie lethek merupakan makanan khas dari Srandakan sementara Miedes merupakan asli dari Pundong.

"Kedua mie sebagai makanan kuliner tradisional asli dari Bantul itu hari ini kita festivalkan," tuturnya, Sabtu (6/4/2019) malam.

Baca: Deretan Makanan yang Harus Dihindari saat Hamil

Festival mie Bantul ini melibatkan 17 perwakilan dari kecamatan se-kabupaten Bantul. Mereka secara serentak memasak mie bersama-sama. Masing-masing stand terdiri dari tiga orang.

Adapun kriteria penilaian terdiri dari kualitas rasa, platting (penyajian), inovasi, waktu memasak, team work atau kekompakan hingga nilai gizi. Mereka berkreasi menyajikan mie tradisional itu menjadi masakan era kekinian.

Salah satu kreasi peserta Festival Mie Bantul
Salah satu kreasi peserta Festival Mie Bantul (Tribun Jogja/ Ahmad Syarifudin)

Terlihat ada yang memasak miedes dengan mencampurkan keju mozarella hingga mielung menggabungkan dengan iga sapi. "Festival ini sekaligus menjadi upaya untuk mendukung pelaku usaha disandingkan dengan Pariwisata," kata Kwintarto.

Menurut dia, kunjungan wisatawan ke Kabupaten Bantul setiap tahun cukup banyak. Jumlahnya mencapai 8 juta kunjungan. Dengan adanya Festival makanan ini diharapkan wisatawan semakin familiar dengan kuliner asli yang ada di Bantul.

Sehingga banyak pelaku usaha yang laku dagangannya dan secara otomatis akan meningkatkan ekonomi di masyarakat.

Baca: Dancow Luncurkan Modul Iya Boleh Bagi Orangtua Indonesia

"Harapannya bisa menambah Long of stay jika wisatawan berkunjung ke Bantul. Bisa lebih lama tinggal dan makan kuliner di Bantul. Artinya ada sektor masyarakat yang hidup," harapnya.

Salah satu peserta dari kelompok Warta Bantul dan sekitarnya (WBS), Subakda mengatakan festival mie Bantul ini sangat bagus sebagai ajang promosi makanan tradisional di Bantul.

Pada festival ini kelompoknya menampilkan kreasi baru bernanam Miegalung dan Miedemoz.

"Miegalung ini mie lethek ditambah campuran iga sapi sementara Miedemoz miedes dicampur dengan keju mozarella," terang dia. (tribunjogja)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved