Kota Yogyakarta
Perpustakaan Tetap Buka 20 jam
Ia pun menuturkan, jam pelayanan yang sebelumnya 14 jam menjadi 20 jam tersebut selaras dengan tema perpustakaan 2019 yakni memberikan pustaka inklusi
Penulis: Kurniatul Hidayah | Editor: Ari Nugroho
Laporan Reporter Tribun Jogja, Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Yogyakarta Wahyu Hendratmoko mengatakan bahwa operasional 2 perpustakaan Kota Yogyakarta yakni perpusatakaan pusat di Jalan Suroto dan Perpustakaan Alternatif Kota Yogyakarta (Pevita) di Jalan Mayjend Sutoyo, selama 20 jam dinilai efektif.
"Layanan 20 jam ini pada dasarnya memberikan kesempatan bagi masyarakat yang bila pada jam biasanya sedang kerja dan tidak bisa ke sini, malam harinya mereka bisa ke sini," bebernya, Selasa (2/4/2019).
Ia pun menuturkan, jam pelayanan yang sebelumnya 14 jam menjadi 20 jam tersebut selaras dengan tema perpustakaan 2019 yakni memberikan pustaka inklusi sosial untuk meningkatan kesejahteraan masyarakat.
Baca: Begini Prosedur Manfaatkan Layanan Antar Buku ke Rumah oleh Perpustakaan Kota Yogya
"Inklusi sosial artinya semua berhak mendapatkan layanan, baik yang bisa datang pada jam kerja atau di luar jam kerja. Baik yang sendiri atau yang tidak memiliki sarpras, maka kita yang harus mendatangi mereka," ujarnya.
Wahyu pun menuturkan, rata-rata angka kunjungan di perpustakaan pusat adalah 1.500-1.700 orang per hari sementara di Pevita yang baru diresmikan November 2018 lalu memiliki angka kunjungan 100-150 orang per hari.
"Evaluasi kami, kami akan tetap lanjut dengan pelayanan 20 jam ini, baik di Kotabaru maupun Pevita," tambanya.(TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/petugas-perpustakaan-kota-yogyakarta-saat-menjalankan-tugasnya_20180907_173047.jpg)