Kesehatan
Bandara Baru Berpotensi Jadi Titik Rawan Penyebaran HIV/Aids di Yogyakarta
Komisi Penanggulangan Aids (KPA) DIY menyebut ada 249 titik transaksi seksual yang berpotensi menjadi penyebaran virus HIV-Aids.
Penulis: Agung Ismiyanto | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM - Komisi Penanggulangan Aids (KPA) DIY menyebut ada 249 titik transaksi seksual yang berpotensi menjadi penyebaran virus HIV-Aids.
Dari jumlah tersebut, 15 titik di antaranya berada di kawasan Kulonprogo, termasuk di daerah bandara baru.
Pengelola Program Komisi Penanggulangan AIDS KPA DIY, Ana Yuliastanti menjelaskan, data tersebut berdasar pemetaan populasi kunci kasus HIV AIDS.
Menurutnya, keberadaan bandara internasional baru ini ditengarai menjadi titik rawan baru untuk penyebaran virus HIV/Aids.
Baca: Penyebaran TBC Masih Tinggi, Masyarakat Diminta untuk Kenali Gejalanya
Hal ini lantaran sejak dari proses pembangunannya yang melibatkan ribuan pekerja konstruksi dari luar daerah.
Dia menyebut, dampak ditimbulkan dari perilaku seksual aktif pekerja dari luar DIY cukup berpengaruh.
“Namun, kami belum bisa menyampaikan berapa pekerja di sana terperiksa berapa, butuh upgrade baru pemetaan khusus di wilayah bandara,” urainya, baru-baru ini.
Baca: PERPATRI Gelar Mukernas dan Standarisasi Teknik Manual Patah Tulang Urat dan Sendi
Persoalan kerawanan HIV AIDS di sekitar bandara baru, kata dia, bukan hanya menjadi wewenang KPA atau dinas kesehatan semata, tetapi menjadi persoalan bersama.
Khususnya, sektor terkait di bidang pembangunan infrastruktur, Ketenagakerjaan dan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3).
“Semua komponen harus terlibat, stakeholder harus teribat. Hal ini untuk mengantisipasi perlu duduk bersama terkait apa saja yang harus dilakukan. KPA pun akan berkoorinasi lebih lanjut dengan Pemkab
Kulonprogo terkait persoalan tersebut,” ujarnya.(tribunjogja)