Bantul

Pemuda Asal Bantul Olah Limbah Kayu Laut Jadi Rupiah

Kerajinan berbahan dasar limbah kayu laut yang ramah lingkungan ini telah menembus pasar Eropa dan Inggris.

Pemuda Asal Bantul Olah Limbah Kayu Laut Jadi Rupiah
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Dwi Ratmanto bersama pemuda Dusun Baros, Tirtohargo, Kecamatan Kretek Kabupaten Bantul tengah membuat kerajinan berbahan dasar limbah kayu laut (Drifwood). 

Ia berusaha untuk terus menggali potensi untuk penanganan problem sampah melalui kerajinan.

Langkah itu disambut melalui kerjasama dengan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yang saat itu kebetulan sedang menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) di kampungnya.

Melalui kerjasama dengan UAD itu Dwi mendapatkan kesempatan untuk memasarkan produknya lewat CV Pitoyo Indo Furniture.

"Pitoyo ini yang mengeksor produk saya hingga ke Eropa," terang dia.

Disukai Eropa

Kelestarian alam dan lingkungan merupakan isu utama bagi dunia, tak terkecuali warga Eropa.

Mereka sangat konsen untuk pembuatan kerajinan berbahan dasar limbah atau produk olahan.

"Di sana (Eropa) sangat anti terhadap produk-produk yang dihasilkan melalui penebangan pohon atau merusak lingkungan," kata Dwi.

Karena alasan itu, produk kerajinan drifwood yang diproduksi oleh Dwi dan pemuda Kampung Baros bisa diterima dengan mudah di pangsa Eropa.

Baca: Wakil Wali Kota Yogya Optimis Warga Bisa Kelola Sampah Mandiri

Dwi mengaku sudah beberapa kali melakukan ekspor.

Halaman
1234
Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved