Bantul
Pemuda Asal Bantul Olah Limbah Kayu Laut Jadi Rupiah
Kerajinan berbahan dasar limbah kayu laut yang ramah lingkungan ini telah menembus pasar Eropa dan Inggris.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
Negara tujuananya adalah Inggris.
"Pesanan paling banyak biasanya bowl, mangkuk untuk menaruh buah dan pohon christmas," imbuhnya.
Bukan hanya bowl dan christmas tree, di Bengkel Kerajinan Kayu Laut Opak, Dwi bersama pemuda Kampung Baros memproduksi berbagai macam kerajinan, antara lain dekorasi dinding, figura cermin, kotak tisu, miniatur hewan, hingga gantungan kunci.
"Kerajinan berbahan drifwood ini lebih sehat, alami dan tentunya ramah terhadap lingkungan," tutur Dwi, seakan mengajak masyarakat untuk menyukai kerajinan miliknya.
Bukan hanya limbah dari kayu laut, Dwi Ratmanto bersama Fakultas Biologi UKDW ternyata sedang merancang juga sebuah kerajinan vas bunga berbahan dasar sampah plastik ataupun styrofoam.
Namun kerajinan itu, diakuinya, masih dalam tahap embrio karena prosesnya masih sangat panjang. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/pemuda-asal-bantul-olahlimbah-kayu-laut-jadi-rupiah.jpg)