Yogyakarta

BPK : Desa Harus Bisa Petakan Potensi Desa

Banyaknya BUMDes yang mengalami mati suri di Yogyakarta dikarenakan banyak BUMDes yang dibuat tanpa ada perencanaan dan juga kajian sebelumnya.

BPK : Desa Harus Bisa Petakan Potensi Desa
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM - Kantor Perwakilan BPK Provinsi DIY menyebut banyak Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang mengalami mati suri di Yogyakarta.

Hal ini karena banyak BUMDes yang dibuat tanpa ada perencanaan dan juga kajian sebelumnya.

“Dari penelusuran yang kami lakukan ini, di Yogyakarta masih ada BUMDes mati suri sejak diterbitkan dan ditetapkan pertama kali. Saat pemeriksaan, kami merasa desa membuat bumdes tanpa studi dan uji kelayakan sebelumnya,” ujar Kepala Kantor Perwakilan BPK Provinsi DIY, Yusnadewi, kemarin.

Dia menjelaskan, banyak desa yang terkesan sekadar membuat BUMDes sebagai syarat untuk mengelola dana desa.

Padahal, kebutuhan BUMDes ini tidak cocok diterapkan di desanya atau tidak sesuai dengan potensi desanya.

“Contohnya, banyak desa wisata yang cocok diterapkan di desa lain tetapi tidak cocok diterapkan di desa sendiri. Mereka mengambil contoh potensi wisata Ponggok di Klaten tetapi tidak pas diterapkan di desanya. Jadi harus pintar-pintar melihat potensi desa dan jangan ikut-ikutan,” kata Yusnadewi.

Yusnadewi menegaskan, BUMDes sebenarnya merupakan motor penggerak pembangunan desa.

Pihaknya melihat dari laporan keberadaan BUMDes, dari tahun ke tahun makin meningkat.

Namun, perlu dicermati sebagai motor penggerak perkembangan desa belum memberikan dampak ekonomi yang maksimal.

Dia menjelaskan, adanya dana desa dan alokasi dana desa di Yogyakarta ini memiliki dampak besar bagi peningkatan status desa.

Baca: Usaha Tak Berkembang, Beberapa BUMDes di Kulon Progo Macet

Halaman
123
Penulis: ais
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved