Advertorial

UAJY Buka Prodi Magister Teknik Industri Berbasis Business Analytics

Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) resmi mendapatkan akreditasi surat keputusan (SK) tentang izin pembukaan program studi (prodi) magister teknik

UAJY Buka Prodi Magister Teknik Industri Berbasis Business Analytics
TRIBUNJOGJA.COM / Yosef Leon P
Penyerahan SK tentang izin pembukaan program studi (prodi) magister teknik industri yang dilaksanakan di Kampus UAJY, Selasa (26/3/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) resmi mendapatkan akreditasi surat keputusan (SK) tentang izin pembukaan program studi (prodi) magister teknik industri.

Penyerahan SK dilakukan oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V DIY dikampus setempat, Selasa (26/3) dan dihadiri oleh segenap civitas academica UAJY.

Wakil Rektor I UAJY, The Jin Ai mengatakan, persiapan untuk mengurus pembukaan prodi tersebut telah dilakukan sejak dua tahun yang lalu, sedangkan proposal usulan pembukaan dimasukkan pada Januari 2018 lalu dan telah disetujui pada Juni 2018.

Baca: Luluskan 557 Sarjana, Lulusan UAJY diharapkan Bermartabat dan Membawa Berkat

Menurutnya, dengan pengembangan vertikal ini semua kesiapan telah dilakukan baik dari segi fasilitas, tenaga pendidik serta alat kelengkapan pembelajaran lain guna mendukung proses pembelajaran.

"Untuk kesiapan sumber daya manusia kita punya tujuh doktor dan 11 lainnya sedang proses studi. Semuanya sudah mencukupi dan siap menjalankan," ungkapnya.

Pihaknya akan mulai membuka penerimaan mahasiswa baru untuk prodi tersebut pada tahun ajaran 2019/2020 pada September mendatang.

Ditargetkan sejumlah 15-20 mahasiswa akan mampu mengisi kuota yang ditentukan.

Ketua Prodi Magister Teknologi Industri UAJY, Parama Kartika Dewa memaparkan, pihaknya akan menitikberatkan dan fokus pada mengisi kebutuhan masyarakat industri mendatang yang berkemampuan business analytics.

Baca: Ratusan Mahasiswa UAJY Urus Formulir A5

Hal ini berkaitan dengan menyongsong era revolusi industri 4.0 dan berdampak pada perubahan operasi ke arah ekonomi digital, big data, dan Internet of thing (loT).

Salah satu dampak yang akan dirasakan oleh masyarakat Indonesia adalah terjadinya perubahan jenis pekerjaan yang masih diperlukan dan pergeseran jenis pengetahuan serta keterampilan yang dibutuhkan di masa mendatang.

"Kemampuan business analytics sangat diperlukan untuk menjalankan peran manajerial yang ideal dalam proses pengambilan keputusan pada situasi dan lingkungan industri yang semakin komp|eks. Lulusan program ini kami harapkan mampu membawa perusahaan ke arah yang lebih efisien," kata Rama.

Sementara, Kepala LL Dikti Wilayah V DIY, Bambang Supriyadi menjelaskan, pihaknya mendorong sejumlah universitas besar di wilayah setempat untuk membuka prodi dengan jenjang minimal seperti magister maupun diploma, terlebih program doktor.

Hal ini ditengarai karena masih kurangnya minat universitas untuk membuka program studi selain daripada jenjang sarjana (S1).

"Ini juga sekaligus bisa membantu wilayah lain yang masih kesulitan dalam mempunyai dosen yang berada di sudah magister," ulasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved