Bukti Ritual Tanam Kepala Kerbau Ada Sejak Nenek Moyang, Pembangunan Stasiun Kereta Hingga Bandara
Bukti Ritual Tanam Kepala Kerbau Ada Sejak Nenek Moyang, Pembangunan Stasiun Kereta Hingga Bandara
Prinsip dasar Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) diterapkan secara ketat mengingat tahap pembangunan fisik bandara baru itu sudah dimulai.
Misalnya sterilisasi lapangan dari pihak tak berkepentingan hingga pekerjaan lapangan dengan mematuhi prosedur.
Tak hanya itu, pendekatan budaya dan tradisi juga ditempuh PT PP-KSO demi memuluskan pekerjaannya.
Yakni, upacara selamatan untuk mengakhiri Bulan Syura dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk, potong tumpeng dilanjut doa bersama hingga tanam sesaji ke dalam bumi.
Di antaranya tiga kepala kerbau, sebuah cincin emas, dan uang koin.
Acara itu dilakukan pada Selasa (9/10/2018) di halaman kantor proyek PP-KSO di Desa Palihan.
Dalam tradisi masyarakat Jawa, ritual menanam kepala kerbau itu dimaknai untuk tolak bala.
Yakni, menjauhkan yang buruk dengan harapan mendatangkan keselamatan.

General Manager PT PP-KSO, Andek Prabowo mengatakan bahwa selamatan ini sebagai bentuk rasa syukur atas kondusifnya pelaksanaan proyek pembangunan bandara tersebut sekaligus melestarikan budaya Jawa.
"Kami berharap proyek semakin lancar dan diberikan keselamatan serta tepat waktu,"kata Andek.
Menurutnya, progres pembangunan fisik NYIA semakin bagus dan berjalan lancar sejak dimulai pada Juli 2018 lalu.
Pada bulan ini juga akan dilakukan pembangunan landside (sisi darat) berupa gedung perkantoran dan sarana pendukung lainnya.
Proses pengurukan lahan untuk landasan pacu (runway) di airside (sisi udara) ke depannya diharapkan bisa dilakukan tanpa henti selama 24 jam.
Adapun selama ini proses tersebut dilakukan hanya pada pukul 08.00 hingga 17.00.
"Kalau bisa dipercepat, tentu pembangunan akan semakin lancar berjalan,"kata dia.
Project Manager Pembangunan NYIA PT Angkasa Pura I, Taochid Purnomo Hadi mengatakan saat ini pekerjaan yangs edang berlangsung adalah pembuatan runway yang beriringan dengan pembangunan terminal penumpang secara bertahap. [ Singgih Wahyu |Tribunjogja.com ]