Bisnis
Sampoerna Dorong UMKM di Kota Yogyakarta Naik Kelas
PT HM Sampoerna Tbk mewujudkan komitmennya untuk terus mengembangkan dan mendorong UMKM di seluruh pelosok negeri agar naik kelas.
Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - PT HM Sampoerna Tbk mewujudkan komitmennya untuk terus mengembangkan dan mendorong UMKM di seluruh pelosok negeri agar naik kelas.
Hal ini diwujudkan melalui beragam cara salah satunya yakni Bazaar UMKM Untuk Negeri yang dilaksanakan di Taman Budaya Yogyakarta (TBY) pada 16-17 Maret 2019.
Tak hanya menjaring dan mewadahi pelaku UMKM untuk mengenalkan produk kepada konsumen, bazar kali ini rupanya sebagai salah satu acara puncak dari rangkaian yang telah dilalui sebelumnya.
Baca: Akselerasi Ekonomi Digital, GO-JEK Latih 150 UMKM Binaan Muslimat NU di Yogyakarta
Sebelumnya, pelaku usaha telah dilatih dan diajarkan mengenai cara-cara dan tahapan yang harus dilalui oleh pelaku UMKM untuk menaikkan kelas usahanya oleh trainer yang ahli dibidangnya.
"Program ini dalam rangka pengembangan UKM dan sekaligus merupakan upaya dalam menciptakan lapangan kerja," kata Nazrya Octora Manager Coorporate Communication, PT HM Sampoerna Tbk, Sabtu (16/3/2019).
Baca: Keren, Petugas Kebersihan Bikin Gazebo dari Limbah Botol Plastik
Program tanggung jawab sosial perusahaan 'Sampoerna Untuk Indonesia' kali ini menggandeng Business and Export Development Organization (BEDO), untuk memberikan materi pembekalan tentang pengembangan usaha melalui program Sustaining Competitive & Responsible Enterprises (SCORE) kepada lebih dari 100 pemilik usaha yang menerima bimbingan ini.
Tak hanya Kota Yogyakarta saja namun program ini juga difokuskan di kota lain seperti Kabupaten Rembang dan Kabupaten Pasuruan.
Baca: Startup Asal Yogya Titipku.com Ajak Jutaan Anak Muda Indonesia Peduli Kemajuan UMKM
Sejak dilaksanakan dari 2016, program serupa ternyata direspon positif oleh pelaku usaha dan pemerintah sehingga pihaknya akan terus melaksanakan program ini kedepan.
"Program ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah setempat, karena selain memberikan pelatihan mengenai pengembangan usaha, pelatihan pengembangan produk dan pelaksanaan 5S, peserta juga mendapatkan kesempatan untuk didampingi para trainer BEDO dalam bentuk coaching," lanjutnya.
Di Kota Yogyakarta sendiri, program ini telah bersinergi dan bekerja sama dengan Dinas Koperasi dan UMKM Kota Yogyakarta.
Kerjasama tersebut diawali dengan sosialisasi pada bulan September 2018 lalu.
Dilanjutkan dengan lima kali pelatihan intensif yang masing-masing terbagi dalam dua kelas, kelas craft dan kelas makanan dan minuman.
Baca: Perluas Pasar, Produk UMKM di Kota Magelang Didorong Bersertifkasi Halal
Setiap pelatihan diikuti oleh konsultasi bisnis dan coaching peserta untuk mendorong mereka menjalankan rencana tindak lanjut untuk perbaikan dan pengembangan usaha mereka.
Sementara itu, Tyasning Handayani Santi, Sekretaris Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta yang dalam kesempatan ini mewakili Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti mengatakan korporasi dan pemerintah haruslah bersinergi untuk mengembangkan UMKM di daerah.
Baca: Kuota Beasiswa Bidikmisi dan Mahasiswa dari Keluarga Miskin Ditambah
Hal tersebut kata Tyas, sebagai upaya untuk menumbuhkan ekonomi rakyat.
"Langkah dorongan terhadap UMKM yang dilakukan oleh Sampoerna tentu kita apresiasi dan perlu dicontoh oleh korporasi lain. Kita harap korporasi lain juga menyalurkan CSR-nya kepada UMKM sehingga perekonomian masyarakat dapat tumbuh," katanya. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/bazaar-umkm-untuk-negeri-yang-diinisiasi-oleh-pt-hm-sampoerna-tbk.jpg)