Kota Yogyakarta

Belajar Memilah Sampah Sejak Kelas 1 SD

Tak hanya mengenakan kreasi daur ulang plastik, mereka juga memakai tas kain perca yang difungsikan untuk meletakkan barang-barang serta untuk penggan

Penulis: Kurniatul Hidayah | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Hasan Sakri
PERINGATAN HARI PEDULI SAMPAH. Sejumlah siswa mengenakan kostum dari daur ulang sampah saat mengikuti lomba yel-yel dalam rangka peringatan Hari Peduli Sampah Nasional tahun 2019 di Balaikota Yogyakarta, Kamis (14/3/2019). Lomba yang diikuti oleh 34 sekolah dasar se-Kota Yogyakarta tersebut diadakan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta dengan harapan kesadaran dan kepedulian terhadap pengelolaan dan pengurangan sampah dapat ditanamkan sejak dini. 

"Lomba yel-yel ini menjadi yang ditunggu-tunggu dalam peringatan Hari Peduli Sampah Nasional, selain memang nanti puncaknya 17 Maret di Tugu," ujarnya.

Peserta Lomba Yel-yel tersebut, lanjutnya, diminta mengenakan kostum yang merupakan aplikasi dari Hari Peduli Sampah Nasional yakni berbahan dasar sampah daur ulang.

"Inovasi dari daur ulang yang mereka pakai sebagai kostum ini menambah poin penilaian dewan juri," ungkapnya.

Iin, sapaan akrabnya berharap bahwa pelibatan siswa SD dalam kegiatan tersebut dapat mengedukasi mereka agar lebih peduli terhadap lingkungannya.

"Produksi sampah setiap orang saat ini sekitar 5-6 ons. Maka kita edukasi sejak din agar bisa mengurangi sampah dan bisa mengelolah sampah," bebernya.(TRIBUNJOGJA.COM / Kurniatul Hidayah)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved