Kota Yogya

Pemkot Yogya Targetkan 350 Warga Ikuti Penyuluhan PIRT Tahun Ini

PIRT penting dan wajib dikantongi bagi mereka yang memasarkan produk makanan dengan masa ketahanan makanan kurang dari seminggu.

Penulis: Kurniatul Hidayah | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Kurniatul Hidayah
Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi bersama pihak Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta saat memberikan arahan dalam penyuluhan keamanan pangan PIRT. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Puluhan warga mengikuti penyuluhan keamanan pangan Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) yang digelar Pemerintah Kota Yogyakarta di Lantai 3 Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Balaikota Yogyakarta, Rabu (6/3/2019).

Kabid Regulasi dan Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Emma Rahmi Ariyani mengatakan bahwa tahun ini target peserta yang mengikuti penyuluhan PIRT sebanyak 350 orang.

Dari informais yang dihimpun Tribunjogja.com, penyuluhan pada tahun ini memprioritaskan mereka yang sudah memiliki produk dagang.

Baca: On Trend: 6 Gaya Mix and Match Koleksi Terbaru Gaudi Clothing

"Tahun kemarin banyak yang sudah dilatih, tapi tidak mengajukan izin. Tahun ini mereka yang dilatih sudah punya produk sehingga harapannya serta pelatihan dan mendapatkan sertifikat, mereka bisa mengajukan izin. Dan sertifikat ini berlaku nasional," jelasnya.

Emma menuturkan, PIRT penting dan wajib dikantongi bagi mereka yang memasarkan produk makanan dengan masa ketahanan makanan kurang dari seminggu.

Hal yang menjadikan patokan PIRT dalam menerbitkan nomor adalah kemasan dan bahan baku makanan.

"Jadi sebenarnya mereka yang memiliki makanan seperti lemper dan nasi kotak, tidak wajib mengurus PIRT. Tapi mereka boleh ikut untuk mendapatkan informasi tentang keamanan pangan, kesehatan, kebersihan dan sebagainya. Sementara produk olahan daging misal abon dan dendeng, wajib memiliki PIRT," tambahnya.

Ia menambahkan, bahwa Dinkes Kota Yogya telah menerbitkan sekitar 3.000 nomor PIRT.

Emma mengatakan, satu orang bisa mengantongi beberapa nomor PIRT bila memang memiliki beberapa produk misalkan ada roti, peyek, dan kopi kemasan.

Baca: Baru 2 Kecamatan di Kota Yogya yang Melapor Perencanaan Dana Kelurahan

"Bisa juga satu nomor untuk beberapa produk, tapi kemasan dan jenis makanannya sama. Misalkan peyek kacang dan peyek teri sama-sama dibungkus plastik itu bisa satu nomor. Kalau peyek sayunya dibungkus plastik dan lainnya dibungkus alumunium foil, beda nomor," jelasnya.

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi menjelaskan tujuan dari penyuluhan ini adalah agar warga bisa terlibat dalam program gandeng gendong.

"Pelatihan ini bertujuan agar kelompok usaha mempunyai PIRT. Kita kerjasama membeli produk-produknya. Secara bertahap, ini dilakukan agar akses masyarakat yang punya usaha semakin banyak dan makin banyak yang punya akses untuk dibeli Pemkot," bebernya.

Heroe mengatakan, bahwa program gandeng gendong bertujuan meningkatkan pendapatan masyarakat, mengentaskan kemiskinan, membangun sinergi bersama masyarakat agar memiliki kesempatan maju bersama-sama, dan menata lingkungan.

"Tahun lalu ada 1.200 orang yang dilatih, dan yang terdaftar sebanyak 75 kelompok. Ada yang belum tergabung kelompok karena syaratnya harus melibatkan keluarga KMS (Keluarga Menuju Sejahtera yang sekarang menjadi KSJPS), baik dalam produksi maupun memperkerjakan mereka," ujarnya.

Baca: Pemkot Yogya Sediakan Anggaran Rp200 Juta Untuk Penelitian

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved