Kriminalitas

Kasus Tawuran di Magelang, Polisi Amankan Satu Pelajar Lagi Tersangka Pembacokan

Polres Magelang menetapkan satu tersangka lagi dalam kasus tawuran antar pelajar yang terjadi beberapa waktu lalu.

Kasus Tawuran di Magelang, Polisi Amankan Satu Pelajar Lagi Tersangka Pembacokan
TRIBUNJOGJA.COM / Rendika Ferri
Tersangka DAS (17) dan FA (17), memperagakan pembacokan terhadap korban yang dilakukan olehnya pada rekonstruksi kasus tawuran antar pelajar yang terjadi di Tempuran, Magelang, di Halaman Mapolres Magelang, Kamis (28/2/2019). 

Ia akan menjalani penyidikan atas kasus pembacokan tersebut.

Baca: Tawuran Berdarah di Magelang, Polisi Tetapkan Pelajar Berusia 17 Tahun Jadi Tersangka

Bersama dengan FA (17), petugas juga menahan tersangka DAS (17) yang juga telah melakukan pembacokan.

Penyidik PPA Satreskrim Polres Magelang pun melaksanakan renkontruksi kasus Pembacokaan saat tawuran Pelajar di Tempuran, melibatkan para pelaku dan para pelajar yang terlibat tawuran.

Dari pantauan Tribunjogja.com, tersangka DAS (17) memperagakan 11 adegan sejak dari kumpul kumpul bersama teman teman di kantin sekolah, mengambil senjata, adegan pembacokan, hingga terahkir dengan pengakuan DAS kepada temannya.

"Rekontruksi ini bertujuan untuk menyinkronkan keterangan tersangka dan saksi kepada penyidik, dengan fakta kejadian dilapangan," terangnya.

Untuk diketahui, Kepolisian Resort Magelang menetapkan DAS (17), sebagai tersangka dalam tawuran pelajar yang terjadi di Simpang Traffic Light Meteseh, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang beberapa waktu lalu.

Baca: Tawuran Berdarah di Magelang, Satu Pelaku Pembacokan Diamankan Petugas Kepolisian

DAS sendiri yang juga masih berstatus pelajar ini telah melakukan pembacokan terhadap tiga orang hingga mengalami luka serius.

Korban sendiri yakni RAA (17), warga Kecamatan Sawangan; ZK (15), warga Kecamatan Mungkid.

Keduanya adalah pelajar di sebuah SMK di Kabupaten Magelang.

Korban terakhir AGIL (19) warga Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang.

Atas perbuatannya, pelaku akan dijerat dengan Pasal 80 ayat 3 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 15 tahun atau denda paling banyak tiga miliar atau pasal 354 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama delapan tahun.(*)

Penulis: Rendika Ferri K
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved