Kriminalitas
Tawuran Berdarah di Magelang, Satu Pelaku Pembacokan Diamankan Petugas Kepolisian
Petugas pun masih mendalami motif dari pelaku melakukan pembacokan ini, termasuk hal yang memicu terjadinya tawuran tersebut.
Penulis: Rendika Ferri K | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K
TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Jajaran Kepolisian Resort Magelang mengamankan satu orang pelaku pembacokan terhadap tiga orang pelajar pada tawuran yang terjadi di Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang, Kamis (22/2/2019).
Mirisnya, pelaku ini ternyata masih berstatus sebagai seorang pelajar sebuah SMK di Wonosobo.
Wakapolres Magelang, Kompol Eko Mardiyanto, mengatakan, pelaku yang diamankan yakni DN (17), seorang pelajar SMK di Wonosobo.
DN ini telah melakukan pembacokan terhadap tiga orang pelajar dalam kejadian kemarin.
Ketiga korban ini mengalami luka-luka, hingga harus dilarikan ke rumah sakit.
Baca: Lebih Dekat dengan Rizki Rahma Nurwahyuni, Dalang Cantik dari Yogyakarta
"DN ini semula pelajar salah satu SMK Swasta di Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang, tetapi kemudian dipindah ke SMK Wonosobo. Ternyata, dia terlibat dalam kejadian kemarin, dan melakukan pembacokan terhadap tiga korban," ujar Eko, Jumat (22/2/2019) saat ditemui Tribunjogja.com di Mapolres Magelang.
DN sendiri diamankan bersama 30 orang pelajar di Polsek Borobudur.
Petugas pun memeriksa satu per satu, kemudian 16 pelajar dibawa menuju Polres Magelang untuk diperiksa lebih lanjut.
DN ini menjadi satu dari beberapa terduga pelaku pembacokan.
"Polsek Borobudur sempat mengamankan 30 pelajar. Kemudian, 16 pelajar dibawa menuju Polres Magelang guna pemeriksaan lebih lanjut. Satu orang terduga pelaku, DN ini telah diamankan," ujarnya.
Dikatakannya, petugas kepolisian masih memburu terduga pelaku lainnya.
Baca: Tawuran Pelajar Kembali Terjadi di Magelang, Lima Orang Jadi Korban
Korban sendiri diduga akan bertambah, dan hanya satu orang yang melapor kepada polisi.
Petugas pun masih mendalami motif dari pelaku melakukan pembacokan ini, termasuk hal yang memicu terjadinya tawuran tersebut.
"Kami telah amankan satu orang terduga pelaku. Terkait barang bukti, motif dan sebagainya, masih menunggu penyelidikan. Korban juga ternyata lebih dari empat orang, dan saat ini kasus tersebut masih dalam pengembangan," katanya.