Yogyakarta

Kantor Imigrasi Yogyakarta Amankan WNA yang Alami Gangguan Jiwa

Setelah diinterogasi petugas, WNA tersebut mengaku terpaksa meminta-minta lantaran uang yang dia punya telah habis.

Kantor Imigrasi Yogyakarta Amankan WNA yang Alami Gangguan Jiwa
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi 

"Selain itu dia juga diduga mengalami kondisi kejiwaan yang kurang stabil, emosinya meledak-ledak," bebernya.

Kasubsi Intelijen Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I Yogyakarta, Raditya Jati Rumpoko membenarkan hal tersebut.

Berdasarkan Pasal 83 ayat 1 UU No 6/2011 tentang Keimigrasian, pejabat imigrasi berwenang menempatkan orang asing yang tidak memiliki dokumen perjalanan di ruang detensi.

"Di dalam ruangan yang bersangkutan teriak-teriak dan menendang pintu, membuang makanan. Kami diduga kondisi kejiwaannya sedang tidak bagus, dan saat diperiksa dia tidak kooperatif," tuturnya.

Terkait kelengkapan dokumen, Terence mengatakan bahwa surat izin tinggal dan paspornya telah hilang dicuri orang.

Setelah dilakukan pemeriksaan, diketahui bahwa izin tinggal Terence ini telah habis tanggal 2 Februari 2019 lalu yang artinya telah overstay selama 20 hari.

Ditambahkannya, Terence saat ini berstatus sebagai pensiunan.

Baca: Kantor Imigrasi Yogyakarta Buka Pelayanan Pembuatan Paspor di Hari Sabtu

Diduga dia kehabisan uang akibat uang pensiunannya belum cair.

"Sepertinya di-hold pemerintahnya. Ia tidak menerima uang sehingga mungkin stres dan tinggal di negara orang tanpa bawa biaya hidup," bebernya.

Atas kasus ini, langkah yang akan dilakukan setelahnya adalah memindahkan Terence ke rumah detensi yang ada di Semarang.

Halaman
123
Penulis: nto
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved