Aktifitas Gunung Merapi

Gunung Merapi Masuki Fase Pembentukan Guguran Lava dan Awan Panas, Volume Kubah Lava Masih Stabil

Gunung Merapi Masuki Fase Pembentukan Guguran Lava dan Awan Panas, Volume Kubah Lava Masih Stabil

Gunung Merapi Masuki Fase Pembentukan Guguran Lava dan Awan Panas, Volume Kubah Lava Masih Stabil
Badan Geologi via BPPTKG Yogyakarta
Kondisi Puncak Gunung Merapi Senin (18/2/2019) pukul 08.48 WIB. Hasil Pengamatan periode 06.00-12.00 WIB, terekam 18 kali gempa guguran dengan durasi 21-71 detik. 

TRIBUNJOGJA.COM - BPPTKG Yogyakarta mengatakan terhitung sejak 29 Januari 2019, Gunung Merapi memasuki fase pembentukan guguran lava dan awan panas guguran.

Hal ini disampaikan oleh Hamik Humaida, Kepala BPPTKG Yogyakarta saat menggelar jumpa pers di kantor BPPTKG Yogyakarta, Kamis (21/2/2019).

Menurut Hanik, hal ini ditinjau dari beberapa aktivitas Gunung Merapi terakhir yang cenderung lebih sering mengalami awan panas guguran.

Setidaknya, tercatat Gunung Merapi mengeluarkan awan panas guguran yakni pada tanggal 29 Januari terjadi sebanyak 3 kali dengan jarak luncur maksimum 1400 meter. Tanggal 7 Februari terjadi 1 kali dengan jarak luncur 2000 meter. Selanjutnya pada tanggal 11 Februari terjadi 1 kali dengan jarak luncur 400 meter.

Serta pada tanggal 18 Februari terjadi sebanyak 7 kali dengan jarak luncur maksimum 1000 meter.

Baca: Saat Ini Merapi Ada dalam Fase Pembentukan Guguran Lava dan Awan Panas Guguran

Baca: Peta Kronologis Gunung Merapi Tahun 2018-2019, BPPTKG : Ada 5 Fase

Hingga saat ini, lanjut Hanik, volume kubah lava tercatat sebesar 461.000 m3 terhitung pada tanggal 22 Januari 2019.

"Ini masih relatif tetap (stabil) sampai dengan saat ini," katanya.

Terkait penyebab terbentuknya guguran lava dan awan panas guguran, Hanik menyebut disebabkan karena adanya material ekstrusi lava yang sebagian besar langsung meluncur sehingga terbentuklah guguran lava atau awanpanas guguran.

Aktivitas kegempaan sebulan terakhir berupa gempa VB 14 kali, MP 39 kali, LF 34 kali, DG 81 kali, dan RF 1216 kali

"Secara keseluruhan mengalami peningkatan dibanding dengan periode sebelumnya. Hal ini menandakan bahwa suplai magma ke permukaan masih berlangsung dan cenderung meningkat," terang Hanik.

Halaman
12
Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved