Yogyakarta
Gubernur DIY Sebut Minimalisir Eksploitasi Anggaran Jadi Program
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X secara langsung menerima LHE SAKIP yang diserahkan oleh Menteri PAN-RB, Syafruddin.
Penulis: Agung Ismiyanto | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Provinsi DIY menjadi satu-satunya provinsi yang menyandang daerah dengan Laporan Hasil Evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LHE SAKIP) terbaik se-Indonesia.
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X menyebut capaian terbaik ini tidak terlepas dari upaya yang secara konsisten melakukan sejumlah terobosan yang didasarkan pada vision driven organization dan meminimalisasir ekploitasi anggaran.
"Bagi Pemda DIY, untuk meminimalisir eksploitasi anggaran, pendekatan yang dilakukan adalah melalui standar belanja berbasis program dan justru memberikan apresiasi terhadap efisiensi, bukan pada serapan anggaran,” ujar Sri Sultan Hamengku Buwono X usai menerima penghargaan LHE AKIP untuk wilayah III di Hotel Four Points, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (19/2/2019).
Baca: Jerman Tawarkan Kerjasama Energi Terbarukan ke Pemprov DIY
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X secara langsung menerima LHE SAKIP yang diserahkan oleh Menteri PAN-RB, Syafruddin.
Sultan HB X mengatakan, pihaknya juga mendorong setiap Kepala OPD bekerja tidak hanya business as usual, melainkan harus melakukan inovasi, serta memastikan kegiatan berorientasi pada hasil, melalui Penilaian Kinerja Kegiatan yang berorientasi pada customer perspective.
Terobosan ini dengan nyata telah membawa perubahan tata kelola pemerintahan secara lebih efektif dan efisien, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Dalam hal rasionalisasi kegiatan, Pemda DIY juga telah berhasil melakukan rasionalisasi yang merupakan upaya sistematis berorientasi pada semangat Money Follow Program dan Program Follow Result.
Baca: Jika Tol Solo Yogyakarta Dibangun, Ini 5 Alternatif Exit Tol yang Ditawarkan Pemprov Yogyakarta
Sejak lima tahun terakhir, sudah dilakukan pemangkasan sekitar 1.600 kegiatan, dari 2.800 kegiatan pada 2014, menjadi sekitar 900 kegiatan pada tahun 2019.
Upaya tersebut dilakukan untuk meningkatkan sinkronisasi, memudahkan pengendalian, meningkatkan belanja publik dan investasi kepada program-program yang bersifat strategis.
Berdasarkan evaluasi akuntabilitas kinerja terhadap instansi pemerintah daerah yang dilakukan Pemda DIY berhasil meraih predikat "AA" untuk rapor LHE SAKIP 2018.
Predikat "AA" merupakan kategori tertinggi, dan di Indonesia baru Pemda DIY yang berhasik meraih capaian ini.
Sultan HB X menyebutkan dengan penghargaan tersebut, seluruh instansi pun harus memiliki kemampuan bekerja keras demi peningkatan performa Pemda DIY.
Diantaranya, pihaknya akan menuntut lebih dalam perampingan jumlah program di Pemda DIY. Dengan begitu, anggaran akan lebih memiliki ruang yang besar.
Baca: Soal Restorasi Pojok Beteng Sisi Timur Laut, Pemprov DIY Akan Lakukan Pendekatan ke Masyarakat
Dalam arti, program yang dijalankan bukan program remeh atau kecil, tetapi program yang bisa sekaligus berfungsi sebagai investasi dan menjadi potensi baru untuk menarik investasi lain.
“Hal seperti ini yang harus selalu bisa kita lakukan, supaya pertumbuhan ekonomi di Jogja jangan terlalu rendah. Seperti dengan adanya pembangunan airport baru, ini membuat pertumbuhan (ekonomi) kuartal pertama DIY sudah mencapai enam lebih,” ungkap Sri Sultan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-yogyakarta_20180911_145553.jpg)