Sains
Bumi Makin Hijau Berkat China dan India
Hal itu dibuktikan oleh Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) dan laporannya telah terbit di jurnal Nature Sustainability.
TRIBUNJOGJA.COM - Negara yang terkenal sebagai negara dengan udara paling tercemar di dunia adalah China dan India.
Meski demikian, kedua negara itu berhasil menebusnya dengan membuat Bumi menghijau dan rimbun lagi.
Hal itu dibuktikan oleh Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) dan laporannya telah terbit di jurnal Nature Sustainability.
Berdasar hasil pengamatan citra satelit, kedua negara itu berkontribusi paling besar terhadap penghijauan global.
Sejak pergantian milenium baru, area hijau di Bumi hanya mengalami peningkatan sebesar 5 persen atau sekitar dua juta mil persegi.
Baca: Solusi Penghijauan di Lahan Sempit Perkotaan
Area yang sama dengan keseluruhan kawasan hutan hujan Amazon.
Namun kini China dan India memperluas area hijau itu.
Ilmuwan NASA mencatat sepertiga peningkatan kawasan hijau di Bumi dilakukan oleh China dan India.
Itu semua berkat proyek besar penanaman pohon, selain peningkatan pertanian.
"China dan India menyumbang sepertiga penghijauan Bumi, tapi hanya sembilan persen area lahan Bumi yang tercakup vegetasi - sebuah temuan mengejutkan, mengingat pendapat umum yang mengatakan degradati tanah terjadi di negara padat penduduk akibat eksploitasi berlebihan," kata Chi Chen, penulis utama studi yang merupakan peneliti dari Fakultas Bumi dan Lingkungan, Universitas Boston, seperti dilansir CNN, Rabu (13/2/2019).
Antara 2000 sampai 2017, sensor NASA yang bernama Moderror Resolution Imaging Spectroradiometer (MODIS) mengumpulkan data resolusi tinggi dari permukaan bumi dari dua satelit, Terra dan Aqua.
Citra satelit NASA yang menunjukkan China dan India membuat Bumi makin hijau.
Data ini dikumpulkan sejak 2000-2017.
Dengan menggunakan data MODIS, para ahli dapat mengungkap bahwa China sangat berkontribusi pada peningkatan lahan hijau, yakni 6,6 persen dari luas vegetasi dunia.
Hutan menyumbang 42 persen dari peningkatan penghijauan global itu, sementara lahan pertanian menyumbang 32 persen.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/ilustrasi-hutan-di-china.jpg)