Yogyakarta
Perhatikan Mitigasi Bencana, BPBD DIY Sebut Lahan NYIA Rawan Tsunami
BPBD DIY menyebut kerawanan di lahan bandara NYIA adalah tsunami. Hanya, untuk kasus tsunami dalam skala besar belum pernah ada.
Penulis: Agung Ismiyanto | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kepala Pelaksana BPBD DIY, Biwara Yuswantana menyebutkan jika kerawanan di lahan bandara NYIA adalah tsunami.
Hanya, kata dia, untuk kasus tsunami dalam skala besar belum pernah ada.
Pihaknya pun mengaku di catatannya belum pernah ada tsunami.
“Kalau dari kajian kami memang potensinya rawan tsunami. Untuk gempa, potensi ada di sisi timur atau di sesar Opak yang membujur dari Kretek hingga Kalasan. Daerahnya seperti Prambanan, Kretek, Pundong,” urai Biwara dalam kunjungan kerja Komisi VIII DPR RI, Kamis (14/2/2019).
Biwara mengatakan, pihaknya mempersilakan untuk konfirmasi dengan BNPB mengenai data adanya tsunami di kawasan bandara ini.
Baca: Palette: Tips Memakai Maskara untuk Pemula
Sejauh ini, pihaknya juga telah memperhitungkan mitigasi bencana yang menjadi penting.
“Di sepanjang pantai sudah ada langkah-langkah penanaman pohon. Sehingga, jika ada tsunami bisa untuk menahan,” jelasnya.
Selain itu, konstruksi dan infrastruktur di NYIA pun sudah memperhitungkan aspek kerawanan ini.
Termasuk, proses perecanaan dan pembangunan sudah sesuai tahapan, dimulai dari Feasibility Studies (FS), Detail Engineering Design (DED), dan pembangunan yang memperhatikan mitigasi bencana.
“Komponen-komponen yang ada pun sudah memperhatikan mitigasi. Kami tidak mempertaruhkan keselamatan penumpang dan infrastruktur di sana. Mitigasi penting dan di sepanjang pantai dilakukan langkah-langkah penanaman pohon,” tegasnya.
Baca: Paku Alam X Sebut Tidak Pernah Ada Tsunami di Lahan NYIA
Wakil Gubernur (Wagub) DIY, Sri Paduka Paku Alam X mengatakan, secara informasi geologis tergambar adanya patahan pasifik ring of fire.
Hanya dia menyebutkan dari pengetahuan yang dimilikinya belum pernah ada tsunami dalam skala besar.
“Sepengetahuan saya belum ada cerita tentang tsunami. Kalau siklus seratus tahunan untuk gempa mungkin ada. Sepengetahuan kami tidak terjadi tsunami,” kata Paku Alam X.
Paku Alam X menyebutkan, tsunami kecil-kecil seperti gelombang laut tinggi, mungkin ada.
Atau, air laut pasang mungkin ada.
Tetapi, hal ini tidak hanya di kawasan Temon, Kulonprogo.
Gelombang pasang ini juga terjadi di Samas, Parangtritis dan pantai selatan Jawa.
“Untuk tsunami skala besar belum pernah ada,” ujarnya. (TRIBUNJOGJA.COM)