Pendidikan

UIN Siap Sambut Mahasiswa Baru

Berkaitan dengan pendaftaran SNMPTN yang sudah dimulai sejak 4 Februari 2019, UIN Sunan Kalijaga sudah siap menyambut para mahasiswa baru.

UIN Siap Sambut Mahasiswa Baru
net
UIN sunan kalijaga 

TRIBUNJOGJA, YOGYA - Berkaitan dengan pendaftaran SNMPTN yang sudah dimulai sejak 4 Februari 2019, UIN Sunan Kalijaga sudah siap menyambut para mahasiswa baru.

Ketua Admisi UIN Sunan Kalijaga, Aulia Faqih menerangkan jika secara keseluruhan jumlah mahasiswa yang akan diterima di UIN sebanyak 3680, dimana untuk pembagian kouta sendiri yakni 20% untuk SNMPTN, 50% untuk SBMPTN dan 30% untuk Ujian Mandiri.

Sedangkan untuk jumlah total jalur SNMPTN sejumlah 268 mahasiswa, untuk SBMPTN sejumlah 634 mahasiswa, dan 366 untuk mahasiswa jalur Ujian Mandiri.

Baca: Nurul Kamilati Lulus Jadi Doktor ke-632 dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

"Untuk kuota kita sejumlah 3680, dan yang untuk kouta SNMPTN, SBMPTN dan UM sejumlah 1268. Sisanya bisa lewat jalur SPAN-PTKIN. Akan tetapi untuk yang bisa lewat jalur SNMPTN hanya ada 17 jurusan, dan untuk koutanya 268 mahasiswa," terangnya pada Rabu (6/2/2019).

Aulia menerangkan jika untuk tahun ini SNMPTN bukan lagi dipegang oleh Panlok, akan tetapi langsung dari LTMPT (Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi).

Dia juga mengatakan jika dulunya UIN melakukan sosialisasi sendiri untuk sekolah yang ada di Kota Yogyakarta, saat ini UIN bermitra dengan UNY untuk melakukan sosialisasi ke Gunungkidul dan Kulonprogo.

"Untuk SNMPTN kita hanya memberikan sosialisasi ke sekolah-sekolah. Untuk tahun ini kita bermitra dengan UNY. Dimana kita mengundang semua kepala sekolah yang ada di Gunungkidul dan Kulonprogo," terangnya.

Baca: 12 Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Ikuti Program Student Mobility ke Thailand

Aulia menerangkan jika untuk SNMPTN tidak begitu banyak perbedaannya.

Dia menerangkan jika untuk sosialiasi lebih mudah karena sekolah sudah terlatih.

"Sekarang lebih terlatih, sudah 3 tahun ini. Sudah lihai. Untuk data yang dimasukkan yakni rapot dan prestasi siswa sesuai dengan bidang akademik. Kalau tidak punya prestasi yang sesuai dengan bidang akademiknya ya memakai semua prestasi yang dia punya," terangnya.

Dia menjelaskan jika untuk kouta sekolah secara nasional sama, dimana sekolah yang mendapatkan akreditasi A mendapatkan jatah 40% siswa terbaiknya, untuk sekolah yang berakreditasi B mendapatkan jatah 25% dan untuk sekolah yang memiliki akreditasi C mendapatkan kouta 5%.

Sejauh ini, Aulia menerangkan jika yang cukup berbeda dalam penerimaan mahasiswa baru di tahun ini yakni hanya pada tes SBMPTN.

"Yang cukup berbeda yang SBMPTN, dimana semuanya tes menggunakan komputer. Dan sebelum memilih universitas, calon mahasiswa harus melakukan ujian tulis berbasis komputer terlebih dulu," terangnya (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Siti Umaiyah
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved