Kasus Pelecehan Seksual Mahasiswi UGM

Kapolda DIY Tanggapi Perdamaian Korban dan Pelaku Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Mahasiswi UGM

Kapolda DIY Tanggapi Perdamaian Korban dan Pelaku Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Mahasiswi UGM

Kapolda DIY Tanggapi Perdamaian Korban dan Pelaku Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Mahasiswi UGM
Tribun Jogja/ Wisang Seto Pangaribowo
Kapolda DIY Irjen Ahmad Dofiri didampingi Gus Muwaffiq setelah acara tabligh akbar di halaman polres Gunungkidul, Selasa (5/2/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM - Korban dan pelaku pelecehan seksual mahasiswa UGM saat melaksanakan KKN di Maluku memilih jalan damai untuk menyelesaikan kasusnya.

Kapolda DIY, Irjen Ahmad Dofiri pun menyambut baik keputusan tersebut.

Hal itu dia sampaikan usai meresmikan Masjid Baiturrahman di Mapolres Gunungkidul, Selasa (5/2/2019).

"Ini sendiri (kasus dugaan pelecehan mahasiswi UGM) laporannya kami belum ada, kami cuma hanya dimintai UGM, 'ada kasus seperti ini bagaimana pak polisi', dan kita lakukan penyelidikan," kata Dofiri, usai meresmikan Masjid Baiturrahman di Mapolres Gunungkidul, Selasa (5/2/2019).

Jenderal bintang dua ini berharap, kasus ini tidak perlu diperpanjang jika para pihak sudah menempuh jalur damai.

"Ya ngapain diperbesar, ini masalah mereka berdua, kalau mereka berdua sudah damai apa yang dipermasalahkan, okelah, saya kira bagus itu," ujar Dofiri.

Menurut dia, perdamaian menjadi solusi terbaik kasus yang sempat menjadi pembicaraan publik ini.

"Dan hasilnya kemudian di antara mereka sendiri ternyata berdamai, itu yang kita harapkan. Karena perkosaan tidak ada, dan pelecehan tidak ada, hanya kesalahpahaman saja dan sekarang damai, ya syukur alhamdulillah," ucap dia.

Baca: Update Kasus Pelecehan Seksual Mahasiswa, UGM Nyatakan HS dan AN Telah Teken Kesepakatan Damai

Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Alumni UGM, Paripurna P Sugarda, dalam jumpa pers di kantor rektorat, sebelumnya mengatakan, kasus di KKN UGM pada 2017 tersebut di laporkan ke Polda DIY oleh Arif Nurcahyo.

Laporan tersebut dilakukan oleh pribadi Arif Nurcahyo bukan atas nama Universitas Gadjah Mada (UGM).

"Tidak mengatasnamakan UGM meskipun beliau berstatus sebagai pegawai UGM. Nah, rektor baru mengetahui setelah laporan dilakukan," urai dia.

Dia menyebut, UGM memang tidak meminta kepada Arif Nurcahyo untuk menarik laporan. Sebab, pelaporan tersebut dilakukan atas nama pribadi.

"Pelaporan itu hak setiap warga negara, siapapun bisa melaporkan kasus ini, oleh karena itu kami memang tidak meminta yang bersangkutan untuk menarik, karena itu hak pribadi yang bersangkutan," ujar dia. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kapolda DIY Menyambut Baik Perdamaian Kasus Dugaan Pelecehan Mahasiswi UGM ", https://regional.kompas.com/read/2019/02/05/18422061/kapolda-diy-menyambut-baik-perdamaian-kasus-dugaan-pelecehan-mahasiswi-ugm.

Editor: has
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved