Lomba Free Fly Jogja Parrotdiningrat Jadi Ajang Silaturahmi Para Pecinta Burung Paruh Bengkok

Lomba ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/ Ahmad Syarifudin
Burung Paruh Bengkok jenis Macaw bersiap ikut lomba Free Fly di Gumuk Pasir Barchan Parangtritis Bantul, Minggu (03/2/2019) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ahmad Syarifudin

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Lomba Free Fly Competition yang digelar oleh komunitas pecinta burung paruh bengkok, Jogja Parrotdiningrat, di Gumuk Pasir Barchan Parangtritis Bantul pada Minggu (3/2/2019) berlangsung cukup meriah.

Lomba ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

"Jumlah hari ini yang teregister ada sekitar 127 peserta. Mereka datang dari sejumlah daerah di Indonesia. Ada yang datang dari Jakarta, Surabaya, Bali, Surakarta, Gresik, Tegal. Hampir 90 persen sejumlah kota di pulau Jawa hadir," kata Ketua Panitia, Ricky Wibowo, saat ditemui tribunjogja.com di lokasi acara.

Lomba free fly burung paruh bengkok, kata Ricky, sebagai ajang ajang silaturahmi dan peringatan hari ulang tahun yang pertama Komunitas Jogja Parrotdiningrat.

Lomba terbagi dalam tiga kategori, yakni kategori small, medium dan Large.

Burung yang diikutkan dalam setiap kategori lomba bervariasi.

Menurut Ricky ada jenis burung sun cornure, Falcon, Kakatua hingga Macaw yang merupakan burung impor asal Brazil.

Ditambahkan Ketua Komunitas Jogja Parrotdiningrat, Fifaldy Adhar, mengungkapkan selain dalam rangka peringatan ulang tahun yang pertama, tujuan lomba free fly yang diselenggarakan oleh Jogja Parrotdiningrat adalah untuk mengenalkan destinasi wisata yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Salah satunya di Kabupaten Bantul.

Selain itu, adanya lomba juga untuk menambah saudara, mempererat keakraban dan menjalin tali silaturahmi.

"Para pecinta burung dari berbagai daerah bisa datang dan berkumpul disini. Kita bisa bertemu dan sharing bersama," ujar dia.

Seorang peserta dari Surakarta, Hasan Nuarrahma Syarif, mengatakan ajang perlombaan free fly sangat bagus sebagai ajang silaturahmi para pecinta burung.

Selain itu, adanya perlombaan juga sekaligus untuk melatih dan menguji kemampuan terbang si burung.

"Jadi saya rasa lomba seperti ini bagus sekali," ungkap dia.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved