Sleman

Pemkab Sleman Targetkan ada 63 Sekolah Siaga Bencana di 2019

Maka Kabupaten Sleman hingga saat ini memiliki 57 Sekolah dengan predikat sebagai Sekolah Siaga Bencana.

Pemkab Sleman Targetkan ada 63 Sekolah Siaga Bencana di 2019
IST
Gladi lapang yang diselenggarakan di lapangan Sekolah SD Muhammadiyah Mantaran dalam rangka pengukuhan Sekolah Siaga Bencana 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman mengukuhkan Tim Siaga Bencana Sekolah di SD Muhammadiyah Mantaran, Kamis (31/1/2019).

Dengan dikukuhkannya Tim Siaga Bencana Sekolah di SD Muhammadiyah Mantaran maka Kabupaten Sleman hingga saat ini memiliki 57 Sekolah dengan predikat sebagai Sekolah Siaga Bencana.

Pengukuhan tersebut dilakukan oleh Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan dan Hukum Setda Kabupaten Sleman, Mustai’n Aminun kepada 30 anggota Tim Siaga Bencana Sekolah yang terdiri dari berbagai komponen yaitu masyarakat, pelajar (Siswa), guru dan wali murid.

Baca: SMA N 1 Prambanan dan SMA Muhammadiyah Kalasan Menyandang Sekolah Siaga Bencana

Mustai’n mengungkapkan, pada tahun 2019 Kabupaten Sleman menargetkan akan ada tambahan sebanyak delapan Sekolah Siaga Bencana dan tambahan sebanyak delapan Desa Tanggung Bencana.

"Sehingga pada tahun 2019 ini nantinya di Sleman akan ada 63 Sekolah Siaga Bencana dan 53 Desa Tanggung Bencana," jelasnya.

Lebih lanjut, Mustain Ainun juga mengatakan bahwa edukasi kepada masyarakat, termasuk para siswa sekolah secara berkesinambungan sangatlah penting untuk dilakukan mengingat Kabupaten Sleman merupakan wilayah yang rawan terhadap berbagai bencana.

"Bencana memang tidak dapat dihentikan tetapi dapat kita minimalisir dampaknya," tambahnya.

Baca: Pelatihan Petugas Ambulance, Tingkatkan Kemampuan Siaga Bencana dan Kecelakaan

Sementara itu Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Sleman, Henry Dharma Wijaya mengatakan pengukuhan Tim Siaga Bencana Sekolah ini merupakan upaya BPBD Sleman dalam penguatan kelembagaan masyarakat dalam pengurangan resiko bencana tahun 2019.

"BPBD Sleman berusaha mengimplementasikan dengaan mensinergikan berbagai elemen yaitu pemerintah, masyarakat, dan pengusaha agar bisa terwujud masyarakat Sleman yang tanggap, tangkas, dan tangguh dalam menghadapi bencana," ungkapnya.

Langka tersebut penting dilakukan, mengingat Kabupaten Sleman memiliki resiko ancaman bencana diantaranya erupsi gunung merapi, banjir, puting beliung, tanah longsor dan beberapa bencana lainnya.

Berdasarkan data dari BPBD Kabupaten Sleman, pada tahun 2018 tercatat 11 kejadian bencana banjir, 38 kejadian bencana tanah longsor, 64 kejadian angin kencang, 11 kejadian bencana petir dan 1 kejadian bencana kekeringan.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: nto
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved