Kesehatan
Risiko Kematian Dini Meningkat Bila Rutin Menyantap Gorengan
"Secara umum, kami menemukan bahwa konsumsi gorengan dikaitkan dengan kematian secara keseluruhan," imbuh co-author penelitian ini.
Perbedaan ini, menurut Bao, mungkin berhubungan dengan cara makanan itu disiapkan.
Misalnya, banyak restoran menggunakan kembali minyak ketika memasak makanan.
Menurut Bao, menggunakan kembali minyak bisa meningkatkan produk sampingan berbahaya yang ditransfer ke makanan.
Apalagi daging cenderung digoreng lebih lama dibanding makanan ringan.
Baca: Jangan Remehkan, Ada Bahaya Mengintai Bila Memasak dengan Minyak Goreng Berulang
Bao menegaskan bahwa penelitiannya merupakan yang pertama melihat bagaimana segala jenis makanan goreng mempengaruhi risiko kematian dari waktu ke waktu.
Meski begitu, Bao menyadari ada pengecuali untuk kasus semacam ini di Spanyol.
Dia menyebut, hal ini mungkin karena lebih banyak orang Spanyol menyiapkan makanan mereka di rumah.
Selain itu, orang Spanyol menggunakan minyak goreng yang lebih sehat seperti minyak zaitun.
Bao menyadari bahwa penelitiannya ini memiliki keterbatasan.
Salah satunya hanya mengamati kebiasaan diet atau makan para peserta sekali.
Dengan kata lain, ada kemungkinan para peserta mungkin mengubah pola makannya dari waktu ke waktu.
Meski demikian, Bao mengatakan bahwa temuan ini kuat dan mungkin berlaku pada populasi selain wanita dan usia yang lebih tua.
"Kami tidak memiliki alasan mengapa efeknya mungkin berbeda berdasarkan usia, atau bahkan berdasarkan jenis kelamin," kata Bao.
"Saya menduga hubungan itu mungkin serupa di antara wanita lebih muda atau bahkan di antara pria," tegasnya.(TRIBUNJOGJA.COM)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Studi: Gorengan Tingkatkan Risiko Kematian Dini"
Penulis : Resa Eka Ayu Sartika
Editor : Resa Eka Ayu Sartika
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/gorengan-berbuka_20180518_144523.jpg)