Talut Penahan Tebing di Dusun Mojosari Bantul Longsor, 2 Rumah di Srimartani Kini Terancam Bahaya
Akibat longsoran tebing talut tersebut, sejumlah rumah warga setempat kini terancam bahaya.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Ahmad Syarifudin
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Talut penahan tebing di Dusun Mojosari RT 02, Desa Srimartani, Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul longsor, Selasa (22/1/2019) malam.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.
Namun akibat longsoran tebing talut tersebut, sejumlah rumah warga setempat kini terancam bahaya.
Sedikitnya ada dua rumah dalam satu keluarga yang nyaris terdampak dari longsoran.
Jarak pondasi kedua rumah dengan tebing talut yang longsor sangat dekat hanya sekitar satu meter.
Kedua rumah tersebut milik Sholikin (49) dan anaknya, Ambar Fadholi (25).
Saat ditemui, Sholikin menceritakan tebing talut yang berada tepat di depan rumahnya itu ambruk pada Selasa malam sekitar pukul 19.00 WIB.
"Saat itu hujan deras. Tiba-tiba seperti ada gempa, ternyata tebing talut depan rumah ambruk," katanya, Rabu (23/1/2019).
Di dalam rumah, Sholikin tinggal bersama sang istri, Sagiyem (45) dan ketiga anaknya, Miratin Nangimah (20), Siti Nur Azizah (18) serta Umar Said (15).
Ketika tebing longsor terjadi, ia mengaku langsung bergegas menyelamatkan diri bersama keluarga ke rumah kerabat yang dirasa lebih aman.
Di dekat rumah Sholikin, ada rumah anaknya yang pertama bernama Ambar Fadholi.
Kata Sholikin anaknya itu saat ini tinggal di Malang, Jawa Timur bersama istrinya, Mizan Darus Fadhilatun.
Pantauan Tribunjogja.com, tebing talut yang longsor memiliki ketinggian sekira 10 meter dengan lebar area terdampak longsoran sekitar 12 meter.
Selain ambruk, longsoran itu juga mengakibatkan sejumlah bagian rumah Sholikin mengalami keretakan.