Lukisan Babad Diponegoro

Tak Mudah Ajak 51 Seniman Ternama Membuat Lukisan Kisah Diponegoro

Pameran Sastra Rupa Gambar Babad Diponegoro akan digelar di Jogja Gallery, 1-14 Februari 2019. Ini rentang masa pameran yang cukup panjang

Tayang:
Penulis: Setya Krisna Sumargo | Editor: Mona Kriesdinar
Panitia Pameran untuk Tribun Jogja
Sejumlah karya seniman lukis yang akan dipamerkan di Jogja Gallery, 1-24 Februari 2019. Beragam gaya lukisan berhasil memvisualkan teks-teks sejarah Babad Diponegoro yang ditulis langsung oleh Pangeran Diponegoro. 

Serangan senyap itu menewaskan seorang kapiten VOC di pos pertahanan mereka di Sidhatan, Tangkisan, Kulonprogo. Lima sosok yang divisualkan itu terdiri Sadika, Gadhing, Asnawi,Jayeng Magada, dan Sabuk Lumpang.

Bersenjatakan tombak, lima petempur Diponegoro itu merayapi malam, menyusup ke pemondokan lawan, dan membunuh sang kapiten pemimpin pasukan musuh. Kisah itu dicatat Diponegoro dan dimasukkan dalam pupuh-pupuh babad yang ditulisnya.

Masih banyak kisah-kisah dramatis dalam peperangan yang dituangkan para pelukis dalam karyanya. Pelukis epik perang Suraji, akan menuangkan imajinasi dan teks sejarah pertempuran pasukan Diponegoro di Siluk, Imogiri.

Karya lain yang juga menakjubkan adalah lukisan saat Diponegoro muncul di masjid Pajimatan Imogiri, hasil goresan kanvas oleh Deddy PAW. Masjid di lukisan ini sama persis dengan masjid yang sekarang masih ada di kawasan makam raja-raja di Imogiri.

Gaya lukisan realis, namun ada keunikan bersifat simbolik yang hendak disampaikan pelukisnya. Yaitu penggambaran pohon dan buah apel yang menghiasi latar depan adegan di Masjid Pajimatan Imogiri ini. Apa maksud dan maknanya?

Jawabannya akan muncul dari sang senima di pameran nanti. Satu lagi karya fantastik dihadirkan pelukis Camelia Mitasari Hasibuan. Mengambarkan saat Diponegoro melintasi kepulan asap mesiu ketika pecah Geger Spei (Geger Sepoy/Spehi) di Keraton Yogyakarta.

Visualisasinya nyaris serba gelap. Diponegoro dan dua pembantu terdekatnya berjalan mengenakan baju Jawa warga hitam dengan kain jarik batik. Di latar belakang, benteng dan bastion keraton digulung asap hitam tebal.(Tribunjogja.com/xna)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved